Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Piala AFF U-16 2022: Kemenangan Banyak Makna Timnas Indonesia atas Vietnam

Sabtu, 13 Agu 2022 - 09:43 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
timnas Indonesia
Kapten Timnas U-16 Indonesia, Muhammad Iqbal Gwijangge selebrasi bersama ketum PSSI Mochamad Iriawan dan Menpora Zainudin Amali (Foto: PSSI)

Kemenangan Timnas U-16 Indonesia atas Vietnam terbilang banyak maknanya. Sebab, hal itu membuat pasukan Garuda Asia kian memiliki mental baja.

Setelah menjadi penguasa Asia Tenggara, tugas Bima Sakti, sang pelatih, dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan semakin berat karena harus menjaga mereka agar tidak layu sebelum berkembang menjadi pemain profesional.

Catatan emas itu dipastikan Indonesia usai menumbangkan Vietnam 1-0 di laga final, Jumat (12/8/2022) malam, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia meraih trofi kedua di turnamen kelompok umum paling junior di Asia Tenggara itu. Indonesia menyamai prestasi Myanmar, Malaysia, dan Australia yang telah dua kali menjadi juara.

Muhammad Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan mengulang prestasi yang dihasilkan Indonesia U-16 angkatan 2018 yang mempersembahkan trofi juara perdana bagi Indonesia di Piala AFF U-16.

Bima mengungkapkan, dirinya telah memberikan wejangan kepada pemain untuk tidak angkuh, sombong, dan tetap rendah hati dengan prestasi ini. Menurut Bima, prestasi Piala AFF U-16 baru awal dari langkah panjang mereka di sepak bola profesional.

Baca juga
Drakor Juvenile Justice Rangsang Diskusi Sosial Kriminalitas Remaja

”Saya melarang pemain euforia berlebihan, jadi di ruang ganti mereka hanya sujud syukur dan tidak ada yang joged-joged. Kami akan susun peta jalan program untuk lolos di kualifikasi Piala Asia U-17 2023,” ujar Bima pada konferensi pers seusai laga.

Untuk babak kualifikasi Piala Asia U-17 2023 yang berlangsung, Oktober mendatang, Indonesia menjadi tuan rumah. Garuda Muda akan bersaing dengan Uni Emirat Arab, Palestina, Malaysia, dan Guam.

Nasihat Bima kepada pemainnya itu cukup beralasan. Pasalnya, tidak semua lulusan Indonesia U-16 angkatan 2018 bisa memenuhi ekspektasi menjadi generasi baru timnas Indonesia.

Sebagai gambaran, dari 14 pemain yang tampil di partai puncak Piala AFF U-16 2018 menghadapi Thailand di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, 11 Agustus 2018, hanya sang kiper, Ernando Ari Sutaryadi yang bisa mendapatkan promosi tampil di jenjang kelompok umur berikutnya bahkan hingga timnas senior.

Ernando, yang membela Persebaya Surabaya, telah menjalani dua laga bersama timnas senior. Ia menjadi anggota tim ”Garuda” di Piala AFF 2020 serta tampil sebagai kiper utama Indonesia di ajang SEA Games Vietnam lalu.

Baca juga
Kegiatan Apdesi yang Dihadiri Jokowi Digelar Organisasi tak Resmi

Selain Ernando, hanya ada tiga pemain lain eks Indonesia U-16 angkatan 2018 yang telah tampil reguler di Liga 1. Mereka adalah Bagas Kaffa yang memperkuat Barito Putera, Fajar Fatur Rahman yang berseragam Borneo, serta Andre Oktaviansyah yang musim lalu membela Persikabo 1973 dan kini hijrah ke Persebaya Surabaya.

Ketiganya telah mencatatkan masing-masing 35 laga, 25 laga, dan 24 laga di kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu. Bahkan, Fajar telah dinobatkan pemain muda terbaik pekan pertama dan ketiga Liga 1 2022-2023.

Adapun pemain paling bersinar di Piala AFF U-16 2018, Bagus Kahfi, belum mampu meningkatkan performanya untuk menembus tim senior.

Indikasi itu didasari karena Bagus belum pernah lagi dilirik Shin setelah tampil mengecewakan di dua laga Kualifikasi Piala Asia U-23 menghadapi Australia, akhir Oktober 2021.

Baca juga
Sempat Meroket, Token Asix Anang Terjun Bebas Setelah Dilarang Bappebti

Bagus gagal menembus tim Jong Utrecht di Belanda. Kini, ia tengah menjalani proses untuk melanjutkan peruntungan kariernya di Yunani.

Untuk memastikan masa depan Indonesia U-16 generasi 2022 ini bisa terus berkembang, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan telah menugaskan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri untuk menyusun program berkesinambungan bagi tim asuhan Bima itu.

”Kami akan menyiapkan program untuk membantu perkembangan mereka untuk menjadi bagian timnas U-19 selanjutnya. Program itu tidak hanya untuk terus mengasah kemampuan permainan mereka, tetapi juga kondisi fisik mereka, misalnya pertumbuhan tinggi badan,” kata Iriawan.

Tinggalkan Komentar