Pigai: Saya Sayang Sama Pak Ganjar, Saya Tidak Benci

Pigai: Saya Sayang Sama Pak Ganjar, Saya Tidak Benci - inilah.com
Natalius Pigai (Foto Istimewa)

Meski dinilai telah menyinggung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, namun mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengaku dirinya tidak pernah benci dengannya.

Hal ini diungkapkan Pigai saat disinggung soal cuitannya di akun Twitter yang berujung dengan laporan ke polisi. Padahal maksud dari cuitannya di Twitter hanya sekadar mengingatkan kepada Ganjar supaya tidak seperti presiden terdahulu dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM).

“Saya ingatkan Pak Ganjar adalah masa depan Indonesia. Saya sayang sama Pak Ganjar, jadi saya tidak benci sama Pak Ganjar,” katanya, Kamis (7/10/2021).

Ia menilai dalam tujuh tahun terakhir ini kasus rasis di Indonesia terus meningkat seperti yang terjadi di Papua perampasan kekayaan, membunuh rakyat dan operasi militer.

Baca juga  NasDem akan Siapkan Capres 2024 Seperti Jokowi

Menurutnya saat ini Ganjar memiliki magnet politik di Indonesia. Ini terlihat dari sejumlah postingan di akun Instagram selama Gubernur Jateng itu berada di Papua.

“Kegiatan Ganjar ke Papua memiliki orientasi masa depan,” jelasnya.

Sementara itu menanggapi cuitannya soal Jawa Tengah, Pigai menjelaskan bukam maksud menuding sebuah suku, melainkan provinsi asal Presiden  Joko Widodo dan Ganjar yang sama-sama berasal dari Jateng.

“Antara Jawa Tengah dengan Jokowi tidak ada koma. Artinya kepada langsung subjek,” tandasnya.

Sebelumnya Natalius Pigai menuliskan di akun Twitter miliknya @NataliusPigai2, “Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan),” tulisnya.

Baca juga  Pemerintah Dorong Potensi Atlet Esports Nasional

Buntut dari cuitan ini, Pigai dilaporkan oleh Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) ke Mabes Polri atas dugaan rasisme. Laporan polisi itu terdaftar dalam LP/B/0601/X/2021/SPKT/BARESKRIM POLRI. Laporan itu dibuat pada 4 Oktober 2021

Dalam laporannya, Natalius Pigai diduga telah melakukan tindak pidana penghinaan/ujaran kebencian/hate speech (melalui media elektronik) dan/atau kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 16 Jo Pasal 4 Huruf (b) Ayat (1) UU RI No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 14 Ayat (1), Ayat (2) KUHP.

Baca juga  Satgas Minta Semua Kepala Daerah Cari Tahu Penyebab Utama Angka Kematian Covid-19

Tinggalkan Komentar