Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

PIK 2 Diduga Jadi Sarang Perusahaan Pinjol Kerap Ancam Sebar Data Pribadi

Polisi Amankan Ruko Diduga Sarang Pinjol - inilah.com
Polisi Amankan Ruko Diduga Sarang Pinjol

Kawasan Ruko Palladium di Pantai Indah Kapuk 2, Penjaringan, Jakarta Utara diduga menjadi sarang perusahaan pinjol yang kerap mengancam menyebar data pribadi debiturnya. Pasalnya Polres Metro Jakarta Utara kembali menggeledah satu perusahaan pinjol dengan cara kerja ilegal tersebut di kawasan Ruko Palladium Blok H Nomor 15 Kamis (27/1/2022) malam.

“Kami baru saja melakukan penegakan hukum terhadap kegiatan pinjaman online ilegal. Ini didasari sebelumnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sini ada kegiatan online secara ilegal,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Wibowo.

Saat penggeledahan penyelidik menemukan sarana dan perangkat pendukung yang diduga memang digunakan untuk kegiatan pinjaman online secara ilegal.

Baca juga
Punya Hutan Tropis Terbesar, Jokowi Ajak G20 Atasi Perubahan Iklim

Dari hasil penggeledahan, personel satreskrim Polres Metro Jakarta Utara turut menangkap 27 orang. Ada yang berperan sebagai pengingat debitur yang menunggak, bagian penagihan, dan bagian penagih utang yang kerap melakukan pengancaman.

“Dari 27 tersebut ada satu WNA dari China, ia berstatus sebagai Manajer, sisanya adalah karyawan. Dan ini masih kita dalami, masih kita periksa,” kata Wibowo.

Perusahaan ini bekerja dengan cara meminjamkan dana sebesar Rp1,2 juta sampai dengan pinjaman maksimal Rp2,5 juta kepada debitur.

“Limit pinjaman terus kelipatan Rp200 ribu dari Rp1,2 juta sampai Rp2,5 juta. Kemudian dari total pinjaman yang diajukan oleh nasabah ini tidak seluruhnya diberikan, tapi sudah dipotong lagi sebanyak 32 sampai 35 persen,” kata Wibowo.

Baca juga
Foto: Potret Warga Jakarta Wisata di San Antonio Promenade, Pulau Reklamasi PIK 2

Ia menambahkan, setelah nanti pinjaman jatuh tempo, debitur yang menunggak nanti dikenakan bunga lagi sebesar 6 persen dari total pinjaman nasabah.

Adapun jika aturan bunga pinjaman tidak disetujui oleh nasabah, bagian penagih akan mengancam dengan cara-cara ilegal seperti memaksa dan menyebar data pribadi agar debitur mau membayar.

“Mereka gunakan empat aplikasi, doku, kemudian kotak online, dana kilat dan kredito, jadi ada empat. Ini satu langkah yang baik. baru beroperasi Januari, baru bergerak tapi sudah bisa kami antisipasi,” tutup Wibowo.

Tinggalkan Komentar