Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Pilih Tanaman yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Senin, 10 Jan 2022 - 15:56 WIB
Tanaman Yang Bermanfaat - inilah.com
istimewa

Pada 10 Januari diperingati sebagai Hari Sejuta Pohon Sedunia. Karena itu, ada baiknya, Anda memilih tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, serta kesehatan di lingkungan sekitar.

Bukan semata di luar ruangan, Anda juga bisa menaruhnya di dalam ruangan untuk mendapatkan manfaat dari tanaman.

“Ada banyak bukti ilmiah yang menunjukkan, menaruh tanaman ke ruang kerja atau lingkungan hidup apa pun sebenarnya membantu mengurangi stres,” kata ahli hortikultura di New York, Marc Hachadourian seperti dikutip dari Insider, Senin, (10/01/2022).

Hachadourian mengatakan, tanaman yang bermanfaat ada efek terapeutik dari merawat tanaman dan berkebun telah terbukti menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres.

Di sisi lain, tanaman membantu membersihkan udara dan menambah oksigen. Tanaman tertentu secara khusus membersihkan udara dari bahan kimia beracun seperti benzena, formaldehida, dan amonia, menurut laporan dari NASA.

Setidaknya ada empat tanaman yang memiliki kemampuan membersihkan udara, salah satunya Dracaena trifasciata atau snake plant.

Snake plant sangat cocok ditaruh di kamar tidur Anda. Tanaman ini tidak hanya menghilangkan benzena dan formaldehida, tetapi juga menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di malam hari, laporan dari HuffPost.

Baca juga
Lima Cara Atasi Kegemukan, dari Olahraga hingga Hindari Merokok

Menurut Apartment Therapy, agar tanaman ini tumbuh dengan baik, Anda harus membiarkan tanah mengering di antara waktu penyiraman dan menempatkan tanaman tak terkena cahaya langsung.

Selain itu, ada juga Red-edged dracaena. Tanaman berwarna-warni ini bisa tumbuh hingga setinggi 4,5 meter. Red-edged dracaena tidak hanya besar, tetapi juga bisa menghilangkan racun seperti xylene, trichloroethylene, dan formaldehyde dari udara.

Cara Merawat Tanaman

Agar tanaman tumbuh baik, taruhlah agar tidak terkena cahaya langsung dan siram hanya saat tanahnya kering.

Tanaman bambu juga bisa menjadi pilihan. Menurut Healthline, tanaman yang terkenal membawa keberuntungan itu dapat menghilangkan formaldehida, benzena, karbon monoksida, xilena, dan kloroform dari udara.

Cara tumbuh terbaik tanaman bambu yakni tidak terkena sinar matahari. Tanaman ini juga masih akan tumbuh perlahan dalam cahaya yang kurang, SFGate melaporkan. Selain itu, Anda perlu mengganti air di potnya seminggu sekali.

Baca juga
Tips Gowes Sehat dan Terhindar dari Kecelakaan Sepeda

Lidah buaya juga bisa menghilangkan formaldehida dari udara, sementara gel di dalam tanaman ini dapat membantu mengatasi kulit terbakar dan psoriasis, menurut Greatist.

Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, sebaiknya simpan tanaman di lokasi terkena sinar matahari dan sirami setiap tiga minggu, menurut The Old Farmers Almanac.

Pertimbangan Memilih Tanaman yang Bermanfaat

Selain tanaman-tanaman tersebut, sebenarnya masih banyak jenis lain yang bisa menjadi pilihan Anda. Tetapi, sebelum memilihnya pertimbangkan sejumlah hal salah satunya serangan hama.

Mengutip dari Healthline, tanaman hias dapat menjadi kuda Trojan untuk munculnya serangga, jamur, dan hama lainnya.

Saat Anda memilih tanaman, perhatikan kebutuhan penyiraman setiap jenisnya karena penyiraman berlebihan dapat menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur.

Pastikan Anda memeriksa daun untuk melihat tanda-tanda hama seperti telur dan lubang.

Baca juga
Sembilan Cara Cegah Bunuh Diri

Terkait tanaman hias yang bisa memicu alergi atau asma, sebenarnya jika alergi atau gejala asma Anda diperparah serbuk sari, sebenarnya tanaman hias yang paling umum tidak menghasilkan banyak serbuk sari.

Meskipun beberapa bunga seperti bakung, dapat menghasilkan serbuk sari, peneliti belum menemukan bukti yang menunjukkan keberadaan tanaman ini dalam ruangan sendiri menyebabkan serangan asma.

Jika gejala Anda karena kelembapan atau jamur, Anda mungkin perlu memperhatikan kelembapan tanah pada pot tanaman Anda.

Peneliti mencatat, paparan jamur dan kelembapan di dalam ruangan dapat memperburuk gejala asma, terutama pada anak-anak.

Tinggalkan Komentar