Pimpinan DPD RI Lepas Jenazah Sabam Sirait

Pimpinan DPD RI Lepas Jenazah Sabam Sirait  - inilah.com



Mendiang
Anggota DPD RI asal Provinsi DKI Jakarta Sabam Sirait disemayangkan di Plaza
Gedung Nusantara, Komplek Parlemen Senayan. Pelepasan jenazah dipimpin langsung
oleh Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dan selanjutnya dimakamkan di Taman Makam
Pahlawan (TMP) Kalibata.

Wakil Ketua
DPD RI Mahyudin mengatakan kepergian beliau membawa duka bagi kita semua di DPD
RI. Kehadiran almarhum menjadi Anggota DPD RI, membawa kebanggaan dan
kehormatan bagi kelembagaan DPD RI.

“Almarhum
Bapak Sabam Sirait merupakan figur yang sangat bijaksana, kritis, pengayom, dan
teguh memegang prinsip serta tegas dalam bertindak, disiplin melaksanakan tugas
dan merupakan seorang politikus senior serta negarawan sejati yang senantiasa
melaksanakan fungsinya sebagai wakil rakyat,” ucap Mahyudin di Plaza
Gedung Nusantara Komplek Parlemen, Jakarta, Minggu (3/10).

Menurut
Mahyudin, selama berkiprah di DPD RI sebagai senator yang mewakili daerah DKI
Jakarta. Beliau selalu konsisten dan telah menunjukkan dedikasi dan komitmen
yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya.

“Meskipun
sudah memasuki usia lanjut, namun semangatnya tidak pernah kendor. Pengalaman
politiknya yang panjang serta pergaulannya yang luas dan beragam, baik di pusat
maupun daerah, bahkan baik di lembaga perwakilan maupun pemerintah serta
organisasi politik maupun kemasyarakatan sungguh telah memberikan kemudahan
dalam pelaksanaan tugas bagi kami di DPD RI,” tutur senator asal
Kalimantan Timur itu.

Sementara
itu, Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menjelaskan alrmahum merupakan
Anggota DPD RI yang disegani. Selain itu, beliau juga merupakan politisi senior
yang sudah malang melintang di kancah perpolitikan Indonesia. “Beliau
merupakan anggota yang disegani dan merupakan politisi senior yang sudah malang
melintang di dunia politik. Maka hari ini, kami pimpinan DPD RI akan memberikan
penghargaan terakhir,” tuturnya.

Sultan
menilai bahwa Sabam Sirait sudah dianggapnya sebagai orang tua. Tentunya
dirinya juga banyak belajar dengan beliau karena sudah mengalamai semua baik
era Orde Lama dan Orde Baru. “Beliau juga hampir tidak pernah absen duduk
di Senayan. Artinya beliau politikus kawakan sekaligus negarawan,”
terangnya.

Sabam
Sirait menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (29/9) malam. Almarhum
sempat dirawat selama dua bulan di RS Siloam Karawaci karena menderita sakit
paru-paru.

Sabam Sirait
lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936, dan
Pada tahun 2015, Sabam Sirait dianugerahi Presiden Joko Widodo penghargaan
Bintang Mahaputera Utama sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Sabam di
dunia perpolitikan.

Semasa hidupnya,
Sabam Sirait banyak berkecimpung dalam dunia politik. Dia pernah menjabat
Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973. Kemudian Anggota DPR RI
periode 1973-1982, Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI)
periode 1983-1993. Selain itu beliau pernah mengenyam pendidikan di Fakultas
Hukum Universitas Indonesia.

Sabam
menikah dengan dengan Sondang Sidabutar, seorang dokter lulusan Universitas
Sumatera Utara (USU) dan mempunyai empat orang anak dan delapan cucu.

Ayah dari politikus
PDIP, Maruarar Sirait ini memiliki kegemaran membaca, berenang, dan berkunjung
ke beberapa daerah. Sabam adalah anak pertama dari tiga bersaudara. [adv]

Baca juga  LaNyalla: Desa Perlu Inovasi Ekstrem Dongkrak Perekonomian

Tinggalkan Komentar