Pinjam Uang Rp5 Juta di Pinjol Ilegal, Bunganya Capai Rp80 Juta

Pinjam Uang Rp5 Juta di Pinjol Ilegal, Bunganya Capai Rp80 Juta - inilah.com

Polda Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal mematok bunga yang sangat tinggi kepada nasabahnya. Bahkan dalam satu bulan nasabah yang meminjam uang Rp5 juga bisa menanggung bunga sebesar Rp80 juta.

Hal ini diketahui setelah Polda Jabar melakukan penyelidikan atas terungkapnya kasus pinjol ilegal yang diringkus di Sleman, Yogyakarta beberapa waktu lalu dari laporan seorang korban yang diterima Polda Jabar.

“Saya masih klarifikasi nih (bunganya), itu tergantung kesepakatan mereka gitu. Jadi ini masih variatif, tapi yang jelas bunganya per hari dan sangat fantastis,” Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Pol Arif Rachman di Mapolda Jabar, Kamis (21/10/2021).

Baca juga  Rekening Rp20,5 Miliar Diblokir, Polisi Buru Pemodal Pinjol Ilegal Asal China

Dia mengatakan, selain sistem bungan yang sangat memberatkan nasabahnya, pinjol juga menggunakan cara-cara penagihan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada seperti dengan cara pengancaman dan lainnya.

Namun cara penangihan ini diakui para penagih atau desk collection merupakan perintah dari para atasan mereka, karena jika tidak dilakukan maka para penagih juga akan dipecat.

“Memang pasar dari pinjol ini adalah sangat kecil ya, mikro lah, jadi ada yang Rp2 juta, Rp5 juta kemudian Rp10 juta. Tapi bunganya yang memang sangat fantastis dihitung per hari,” kata Arif lagi.

Polda Jabar dalam kasus ini telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus ini, yakni RSS direktur utama perusahaan, GT menjabat sebagai asisten manajer, AZ sebagai HRD, RS sebagai HRD, MZ sebagai IT support, EA pemimpin tim desk collection, EM sebagai pemimpin tim desk collection, dan AB sebagai desk collection atau debt collector online.

Baca juga  Terlalu Lama Daring, Puluhan Siswa SMA Pilih Menikah

Dari kasus itu, polisi menjerat dengan sembilan pasal atau pasal berlapis, mulai dari pasal soal UU Informasi dan Transaksi Ellektronik (ITE), UU Perlindungan Konsumen, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pasal soal pemerasan, dan pasal lainnya. Akibatnya para tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara.

Tinggalkan Komentar