Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

PKB Lengket ke Gerindra, Berjarak dengan NU

Minggu, 24 Jul 2022 - 15:14 WIB
Ad4eb4c5 20c7 44e6 883d 863a15cb00ea - inilah.com
Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar usai melakukan pertemuan di Kertanegara, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Foto: Antara

Posisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) jelang Pemilu 2024 tidak begitu menguntungkan. Penjajakan koalisi dengan Gerindra mulai lengket tetapi pada saat bersamaan dihadapi situasi pelik yaitu, semakin berjarak dengan basis massa kalangan NU.

Berjaraknya PKB dengan NU semakin kentara dari survei Indopol Survey and Consulting beberapa waktu lalu yang menyatakan warga Nahdliyin lebih menjagokan Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa dibanding Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Menanggapi hal ini, pengamat politik Hendri Satrio menyebut, situasi masih bisa berubah selama elite PKB berdialog dengan elite NU.

“Kelompok Nahdliyin ada kalangan elite dan akar rumput. Kalau yang berpolemik seperti saat ini hanya di kalangan elite, selesainya gampang saja, tinggal diskusi, bicara tatap muka, mereka lebih dewasa,” kata Hendri, di Jakarta, Minggu (24/7/2022).

Survei Indopol menyatakan, dari 1230 responden yang dipilih acak sebanyak 17,48 persen warga NU memilih Mahfud MD sebagai capres, diikuti Gubernur Jatim Khofifah 11,87 persen. Sedangkan  Muhaimin Iskandar hanya mendapat 9,02 persen.

Hendri tidak menampik adanya perselisihan antara PKB dengan NU. Namun dia menilai hal itu bukan perkara besar karena pada tingkat akar rumput relatif stabil. “Kalau yang akar rumput tidak ada gesekan tetap kompak. Mereka masih punya persepsi kuat bahwa partai mereka ya PKB,” ujarnya.

Dia mengakui PKB mulai menunjukkan kekompakan dengan Gerindra kendati belum menggelar deklarasi untuk koalisi. Kedua parpol diyakini bakal total berkoalisi karena Pilpres 2024 menjadi penentu bagi masing-masing ketum.

“Makin lengket dengan Gerindra bagus juga, jangan lupa ini pemilu terakhir dan mereka punya kesempatan untuk all out sebagai capres-cawapres. Kalau kemudian pertanyaannya pilihan NU yaitu Mahfud-Khofifah, itu bisa diakomodasi jadi ketua tim sukses misalnya, atau Pak Mahfud seperti sekarang jadi menteri,” tuturnya.

Ketum PKB Muhaimin nampaknya tidak terpengaruh dengan hasil survei dan tidak harmonisnya hubungan dengan NU. Dia meminta kader partai untuk terus bertempur dan merebut simpati rakyat untuk mendapatkan 100 kursi parlemen pada 2024.

“Insya Allah target kita 100 kursi DPR. Target kita secara nasional menjadi Presiden Indonesia,” kata sosok yang juga disapa Cak Imin itu.

Secara terpisah, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menyatakan, koalisi dengan Gerindra tinggal menunggu waktu saja untuk diresmikan. Kedua parpol terus melakukan komunikasi politik dan menemukan banyak kecocokan.

“Kita hanya tinggal peresmiannya saja,” kata Hasanuddin.

Tinggalkan Komentar