Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

PLTU Sumsel I Belum Jadi, Temuan ICW Soal Mafia Tambang Hoaks

PLTU Sumsel I Belum Jadi, Temuan ICW Soal Mafia Tambang Hoaks
Lokasi Galian Tambang (Ilustrasi)

Tudingan adanya mafia tambang di Sumatera Selatan yang dihembuskan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) ternyata informasi bohong alias hoaks.

Deputy K MAKI Sumsel Ir Feri Kurniawan mempertanyakan data ICW sehingga berani menyimpulkan adanya mafia tambang di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 1.

“Datanya dari mana, setahu saya PLTU itu masih dalam proses pembangunan, kok dibilang ada mafia tambang,” kata Feri kurniawan kepada wartawan.

Dia juga mengungkapkan, saat ini di lapangan PLTU dengan kapasitas 2×300 mega watt itu masih merampungkan pembebasan lahan sebagai lokasi penambangan batu bara untuk bahan baku PLTU Sumsel 1.

Baca juga
ICW Minta Parpol Tidak Lanjutkan Usulan Penundaan Pemilu 2024

“Kalaupun ada yang melakukan penambangan mungkin saja masyarakat sekitar, apakah itu bisa disebut mafia tambang,” tanya Feri.

Selaku pegiat anti korupsi Sumsel Feri Kurniawan menilai apa yang disampaikan oleh ICW dan pengamat yang mengaku dari Trisakti kebohongan publik. Karena data yang mereka sampaikan tidak sesuai fakta di lapangan.

“Sekelas pengamat asal bicara tanpa melihat fakta, apalagi sampai menuduh tidak ada pajak pada negara, apakah dia sudah turun langsung ke Palembang?,” Kata Ferry dalam keterangannya.

Feri menilai apa yang menjadi tuduhan dalam pemberitaan media di Jakarta tidak sesuai fakta di lapangan. Karena semua itu bohong belaka. “Bagaimana mungkin menganggu masyarakat, sementara PLTU nya saja belum ada, tuduhan mereka bisa dilaporkan ke polisi,” Tegasnya.

Baca juga
Pejabat Dilarang Gelar Open House dan Halalbihalal

Sebelumnya dalam pemberitaan sejumlah media massa menyebutkan informasi bahwa Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut ada sejumlah tambang penghasil batubara berkualitas rendah diduga dikirim ke PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Sumsel I. Akibat dari situ, ICW menyebut banyak masyarakat sekitar terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut).

“Asap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) memang mematikan. Ia mengandung sejumlah senyawa beracun yang dapat menimbulkan penyakit. Penyakit asma, infeksi pernapasan akut, dan kanker paru-paru adalah sejumlah diantaranya, senyawa itu mengancam nyawa warga,” tulis ICW dalam laporannya dikutip pada Jumat (29/4/2022).

Tinggalkan Komentar