Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Polemik Jalan Ataturk, Imam Shamsi Ali Usulkan Nama Erdogan

Kamis, 21 Okt 2021 - 07:26 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Polemik Jalan Ataturk, Imam Shamsi Ali Usulkan Nama Erdogan - inilah.com
(ist)

Wacana penggunaan nama tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk di Wilayah Jakarta telah menuai banyak kritik. Termasuk dari Imam Besar di Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali yang merasa nama Kemal Ataturk penuh kontroversi. Untuk itu ia lebih mengusulkan nama Presiden Turki saat ini Recep Tayyip Erdo?an lebih mewakili dari nilai religius bangsa Indonesia.

“Kalau sekiranya bisa tokoh yang masih hidup, Erdogan saja. Kan nama Sheikh Ziyan UAE juga dipakai di Jakarta,” ujar Shamsi Ali kepada Inilah.com, Kamis (21/10).

Menurut Shamsi Ali, nama Erdogan sejalan dengan nilai bangsa Indonesia yang religius. Dibanding Kemal Ataturk yang memang dikenal sebagai Bapak Sekularisme Turki. Tapi juga sangat identik sebagai sosok yang antiagama.

Baca juga
Hikmah Ramadan- 01 

“Indonesia dikenal sebagai negara yang tidak menghendaki sekularisme (apalagi ateisme) tapi juga tidak menghendaki agama apapun untuk dijadikan sebagai dasar bernegara. Artinya Kemal Ataturk adalah sosok yang tidak dikehendaki oleh Indonesia yang memahami agama sebagai bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Shamsi Ali.

Untuk itu menurut pria yang telah hidup di Kota New York selama kurang lebih 24 tahun tersebut menyarankan jika ada nama lain agar bisa dikomunikasikan dan sesuai dengan nilai-nilai yang diterapkan di Indonesia.

“Atau ada nama lain dari pihak Turki yang sejalan dengan nilai dan filsafat hidup bangsa Indonesia yang religius,” katanya.

Baca juga
Keangkuhan Kaum Liberal

Majelis Ulama Indonesia dan Partai Keadilan Sejahtera tercatat paling keras menolak nama Ataturk untuk nama jalan di Jakarta. Wakil Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas dan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Khoirudin menilai Ataturk sebagai orang yang menjauhkan warganya dari ajaran Islam dan merugikan umat islam. Beberapa diantaranya adalah mengubah Hagia Sophia menjadi Museum, menterjemahkan Al-Quran dan azan ke dalam bahasa Turki, dan melarang penggunaan jilbab di sekolah.

Baca Juga:MUI Minta Penamaan Jalan Mustafa Kemal Ataturk Dipikir Ulang

“Kalau dilihat dari fatwa MUI, Ataturk adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan,” kata Anwar.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pemberian nama jalan dengan tokoh Turki merupakan bentuk kerjasama kedua negara.

Baca juga
Yesus dalam Perspektif Islam

Rencananya salah satu jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat akan diganti dengan nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

“Penamaan jalan itu kan bagian kerja sama antar negara antara pemerintah jadi itu kerjasama antara Indonesia dan pemerintah Turki. Kita juga saling membantu, saling menghormati,” kata Riza.

Tinggalkan Komentar