Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Polisi Belum Mau Ungkap Motif Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres

Rabu, 16 Nov 2022 - 19:51 WIB
Penipu Dana Umrah Ditangkap di Bali, Garasinya Penuh Mobil dan Motor
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Hengki Heryadi. Penyidik berhasil menangkap pelaku penipuan dana umrah di Bali (Dok PMJ)

Polda Metro Jaya mengeklaim telah mengantongi motif terkait tewasnya satu kelurga di Perumahan Citra Garden Extension, Blok AC5 Nomor 7, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Namun, polisi belum mengungkap motif tersebut ke publik dengan alasan masih perlu pendalaman lebih lanjut.

“Kita memperoleh beberapa kemajuan atau titik terang dari penyelidikan ini, salah satunya terkait motif. Masih perlu pendalaman lagi,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Hengki Heryadi di lokasi,Rabu (16/11/2022).

Hengki tak merinci penjelasannya. Lagi pula, kata dia, penyidik telah mematahkan sejumlah motif yang sempat mengemuka setelah tewasnya satu keluarga yang terdiri dari empat jenazah diketahui Kamis lalu (10/11/2022)

Baca juga
Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyok Ade Armando, 4 Orang Buron

“Kita bisa patahkan beberapa motif. Karena dalam penyelidikan ini, kita harus menentukan, sebab kematian dan motif,” ujarnya menambahkan.

Saat disinggung lebih lanjut mengenai sejumlah motif yang ia sebut telah dipatahkan, Hengki enggan membeberkannya

“Ya nanti kesimpulan terakhir ya, tidak boleh disampaikan sekarang. Ya artinya banyak sekali temuan-temuan dari pada metode penyelidikan yang kami laksanakan. Banyak berkontribusi dari digital forensik untuk memberikan petunjuk yang sangat penting,” jelasnya.

Sebelumnya, Kombes Hengki sempat mengatakan, pemeriksaan jenazah melibatkan tim dokter forensik dari Pusdokkes Polri dan ahli forensik dari Universitas Indonesia (UI).

Tim juga melibatkan pakar medikolegal forensik, kemudian patologi anatomi, psikologi, psikiatri forensik, ahli DNA, dan ahli lainnya

Baca juga
Polda Metro Masih Dalami Kasus Keracunan Satu Keluarga di Bekasi

“Ini proses sedang berlangsung dan ini intensif termasuk Apsifor (Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia), psikologi forensik, Inafis, intensif mulai malam ini mulai mempelajari latarbelakang dari korban dan sebagainya,” kata Hengki.

Tinggalkan Komentar