Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Polisi Panggil Saksi Ahli untuk Ketahui Kesehatan Joki Vaksin

Rabu, 29 Des 2021 - 12:31 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Polisi Panggil Saksi Ahli untuk Ketahui Kesehatan Joki Vaksin

Polisi panggil saksi ahli untuk ketahui kesehatan joki vaksi bernama Abdul Rahim yang mengaku menerima vaksin COVID-19 sebanyak 17 kali.

Polisi akan meminta keterangan ahli dari pihak Dinas Kesehatan (Kesehatan) Pinrang soal dampak tubuh manusia yang menerima banyak vaksin.

“Kami sudah bersurat kepada tim Satgas dan Dinkes untuk menghadirkan saksi guna mengungkap fakta terkait dampak dari tindakan si Abdul Rahim,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi, Rabu (29/12/2021).

Dia mengatakan polisi masih terus mendalami kasus joki vaksinini dengan mengumpulkan keterangan para saksi. Polisi akan meminta keterangan saksi seputar dampak dari tindakan sang joki.

“Dari kemarin kita sudah periksa petugas vaksinator masing-masing di PKM Mattiro Bulu dan PKM Salo, masih ada 5 saksi lagi dari koordinator vaksinator dari titik-titik lainnya,” katanya.

Baca juga
Cakupan Vaksinasi COVID-19 Indonesia Sudah Penuhi Target WHO

Sementara Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Pinrang, Barnabea mengatakan pihaknya sudah menindaklajutin kasus ini dengan menyita kartu vaksin.

Dinas Kesehatan Pinrang menyita kartu vaksin para pengguna jasa joki vaksin Abdul Rahim. Sebab Abdul menjadi joki yang sudah menerima 17 kali vaksin.

“Bahwa si Rahim ini benar-benar 17 kali melakukan vaksin. Kalau kartu benar tetapi yang bersangkutan belum vaksin karena atas nama orang lain. Kalau kartunya sah karena muncul di aplikasi PeduliLindungi, hanya pemiliknya itu pemalsuan data namanya,” terang dia .

Dinas Kesehatan saat ini sedang merampungkan vaksinasi terhadap 15 orang pengguna jasa joki vaksin.

Baca juga
Erick Thohir: Vaksinasi Adalah Game Changer

“Saat ini sudah ada 7 yang sudah orang, berarti masih ada 8 yang belum,” tutupnya.

Polisi Panggil Saksi Ahli Karena Joki Vaksi Sudah 17 Kali

Sebelumnya, Rahim mengaku telah menggantikan 17 orang yang semestinya menerima suntik vaksin COVID-19. Kasus ini terkuak setelah video pengakuan Rahim viral di medsos.

Rahim sendiri mengakui telah 3 bulan menjadi joki vaksin COVID-19. Dia mengaku menerima suntik vaksin jenis Sinovac dan AstraZeneca.

Rahim mengaku mendapatkan bayaran dari pihak yang menggunakan jasanya. Saat ini otoritas setempat sedang mengupayakan ada psikiater yang mendampingi Rahim.

Motif Rahim menjadi joki vaksin Corona warga karena kebutuhan ekonomi. Polisi menyebut Rahim baru keluar dari penjara atas kasus pencurian.

Tinggalkan Komentar