Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Polri Naikkan Kasus Ferdinand ke Penyidikan, 10 Saksi Diperiksa

Kamis, 06 Jan 2022 - 20:10 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Polri Naikkan Kasus Ferdinand ke Penyidikan, 10 Saksi Diperiksa

Polri naikkan kasus Ferdinand Hutahaean ke penyidikan. Dengan naiknya kasus Ferdinand, Polri sudah memeriksa 10 saksi terkait kasus tersebut.

“Hari ini penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dan lima orang saksi ahli. Jadi total ada 10 saksi. Lima saksi dan lima saksi ahli,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Kamis (6/11/2022).

Ramadhan menjelaskan lima saksi ahli ini terdiri dari ahli bahasa, ahli pidana, hingga ahli agama. Namun Polri tak mau menyebut indentitas para saksi.

“Saksi ahli terdiri dari saksi bahasa, saksi sosiologi, saksi ahli pidana, saksi ahli agama, dan saksi ahli ITE,” tuturnya.

Baca juga
ISESS: Dugaan Pelecehan ke Istri Kadiv Propam Polri belum Terbukti

Ramadhan mengatakan, mulainya penyidikan Polri karena sudah menerbitkan SPDP.

Polri juga sudah mengirim SPDP itu ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan rumah Ferdinand Hutahaean sendiri.

“Kemudian setelah menaikkan kasus yang statusnya jadi penyidikan, hari ini 6 Januari 2022, siang tadi penyidik Siber Bareskirm telah terbitkan SPDP,” ujar Ramadhan.

Polri Naikkan Kasus , Cuitan Ferdinand Sudah Hilang

Ferdinand Hutahaean di akun Twitternya, @FerdinandHaean3 sempat mencuit soal ‘Allahmu ternyata lemah’. Cuitan itu pada Selasa (4/1). Namun cuitan itu kini sudah hilang.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” bunyi cuitan Ferdinand.

Ferdinand sudah menghapus cuitan itu. Namun beberapa orang sudah meng-capture kicauan Ferdinand di akun Twitternya.

Baca juga
Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J: Nonaktifkan Juga Kapolres Jaksel dan Karopaminal

“Jadi pertama cuitan saya itu tidak sedang menyasar kelompok tertentu, agama tertentu, orang tertentu, atau kaum tertentu. Tapi dalam kondisi down kemarin, saya juga hampir pingsan. Saya tidak perlu bercerita masalah saya apa. Tapi itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya. Bahwa ketika saya down, pikiran saya berkata kepada saya, ‘Hei, Ferdinand, kau akan hancur, Allahmu lemah tidak akan bisa membela kau, tapi hati saya berkata, oh tidak hey pikiran, Allahku kuat, tidak perlu dibela, saya harus kuatlah’. Kira-kira seperti itu intinya,” kata Ferdinand.

Tinggalkan Komentar