Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Polri Pastikan Data Anggota dan Servernya dalam Kondisi Aman

Senin, 22 Nov 2021 - 07:03 WIB
Data Polri

Pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan keamanan data anggotan hingga server dan aplikasi kepolisian terjaga dalam kondisi aman. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, usai seorang peretas asal Brasil mengaku telah membobol data anggota Korps Bhayangkara tersebut.

“Intinya untuk server data, aplikasi-aplikasi Polri serta sistem keamanan semuanya hingga saat ini aman,” kata Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/11/2021).

Sebelumnya, Dedi mengatakan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah melakukan pendalaman terkait pembobolan data Polri tersebut.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait keabsahan data yang diduga milik anggota Polri yang disebarkan oleh peretas di media sosial. Namun, Dedi memastikan saat ini data institusi Polri tersebut dalam keadaan aman.

Baca juga
Beri Ruang Kebebasan Berekspresi, Polri Kembali Gelar Lomba Mural

Dalam kasus ini, peretas asal Brasil yang menamai dirinya ‘son1x’ dalam akun Twitter-nya mengaku telah berhasil membobol data pribadi anggota Polri beserta orang-orang terdekat dan keluarganya.

Akun Twitter @son1x666 menuliskan unggahan ‘Polri Indonesian National Police Hacked 28k logins and personal information leaked’.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mencantumkan tiga tautan yang diduga berisi salinan data pribadi anggota Polri yang telah diretas.

Jika tautan itu diklik, pengguna akan dialihkan ke tampilan situs yang diduga dikelola oleh peretas. Situs itu menyajikan data seperti nama, pangkat, tempat dan tanggal lahir, satuan kerja, status pernikahan, hingga nomor register pokok, serta beberapa data pribadi lainnya.

Baca juga
Polri: Ujaran Ferdinand Hutahaean Berpotensi Timbulkan Keonaran

Dalam unggahannya, peretas mengaku melakukan aksi tersebut dengan alasan tidak mendukung pemerintahan dalam memperlakukan rakyatnya. Peretas mengaku aksi tersebut dilakukan setelah banyak orang yang menghubunginya berbicara tentang kehidupan masyarakat di Indonesia.

Tinggalkan Komentar