Minggu, 04 Desember 2022
10 Jumadil Awwal 1444

Polri Usut Beras Bansos Dipendam di Lahan Parkir JNE Depok, Dikubur November 2021

Selasa, 02 Agu 2022 - 21:34 WIB
Polri Tetapkan 8 Tersangka Kasus Robot 'Trading' Net89
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan memberikan keterangan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/8/2022). Foto: Antara

Polri mengusut kasus penimbunan beras bantuan sosial (bansos) di lahan parkir JNE, Sukmajaya, Depok. Penimbunan dilakukan JNE dengan dalih beras bansos sudah rusak akibat kehujanan dan tidak layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan beras bansos tersebut dikubur pada 5 November 2021. Polri sudah memeriksa Vice President Quality and Fasility JNE berinisial SJ, dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan.

“Melaksanakan pemeriksaan dokumen terkait pengadaan bantuan COVID-19 tahap dua dan tahap empat, serta dokumen tentang pemusnahan bahan sembako yang tidak disalurkan,” kata Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Baca juga
Presiden Jokowi Dorong Penguatan Talenta TNI-Polri di Sektor Teknologi

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Ramadhan, penguburan beras bansos sudah dibuatkan berita acara dengan jumlah sebanyak 3.675 kg atau 289 karung atau setara untuk 139 keluarga penerima manfaat (KPM). “Menurut pihak JNE, beras yang dikubur rusak karena basah kehujanan sehingga pihak JNE menyatakan tidak layak dibagikan ke KPM. Itu alasan JNE,” kata dia.

Penimbunan beras bansos itu diungkap pertama kali oleh RS, selaku pemilik lahan. Dia melaporkan peristiwa itu ke Polres Depok pada Sabtu (30/7/2022) dan ketika dilakukan penggalian menggunakan alat berat ditemukan beras bansos bermerek Kita Premium dengan kemasan ukuran 5 kg, 10 kg, 20 kg, serta beberapa beras yang sudah berhamburan di tanah.

Baca juga
Banyak Luka Sayatan, Kuasa Hukum Minta Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Setelah itu polisi melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan memasang garis polisi. Sementara SJ dalam pengakuannya mengungkapkan, pemendaman beras dilakukan sesuai dengan perjanjian kerja sama antara pembukuan kantor cabang utama PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir dengan PT Indah Berkah Bersaudara.

“Yang melaksanakan pemendaman beras adalah PT Indah Berkah Bersaudara,” kata Ramadhan.

Ramadhan mengungkapkan, JNE tidak memiliki SOP pemusnahan apabila barang kiriman rusak. Sedangkan dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKBS) Kementerian Sosial menyatakan pihak JNE hanya bekerja sama dengan pihak DNR dan menerima pekerjaan dari Perum Bulog.

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan pihaknya turut membantu Polda Metro Jaya dalam menyelidiki kasus penimbunan beras tersebut. “Satgas Pangan itu untuk memantau perkembangan yang ada di Depok, kan sudah ditangani Polda Metro Jaya. Kami akan membantu. Kami juga melakukan pendalaman bersama Polda Metro,” ujar Whisnu.

Tinggalkan Komentar