Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

Popularitas dan Elektabilitas Capres tak Bisa jadi Acuan Pemilih

Minggu, 19 Des 2021 - 23:48 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Popularitas dan Elektabilitas Capres tak Bisa jadi Acuan Pemilih

Popularitas dan elektabilitas calon presiden (capres) tak Bisa jadi acuan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024.

Pemilih jangan terjebak hanya dengan melihat popularitas dan elektabilitas capres. Tapi visi, misi, kualifikasi dan karakter pasangan capres dan cawapres yang harus jadi pertimbangan saat memilih.

“Kita jangan terpesona hanya urusan popularitas. Itu menyesatkan karena kualitas yang kita inginkan bukan popularitas,” kata Peneliti Politik Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Siti Zuhro saat menanggapi peluncuran survei KedaiKOPI di Jakarta, Minggu (19/12/2021).

Pemimpin ke depan bukan sosok yang populer, melainkan mereka yang visioner dan mampu membuat terobosan-terobosan untuk memecahkan masalah bangsa yang kompleks.

“Kita masuk era disrupsi digital dan sebagainya, tidak mungkin Indonesia tidak dipimpin orang (yang) cerdas,” kata Siti Zuhro.

Baca juga
PKS tak Mau Putuskan Capres dan Koalisi di Last Minute

Siti berpesan kepada para pemilih untuk memilih pasangan capres dan cawapres.

Papol Pertimbangkan Popularitas dan Elektabilitas Capres

Siti Zuhro menyambut baik hasil survei opini publik dari lembaga survei KedaiKOPI menyangkut persepsi masyarakat terhadap kriteria pemimpin pada 2024.

Hasil survei KedaiKOPI terkait sosok presiden yang ideal menurut para responden, antara lain merakyat, tegas, jujur, pintar/cerdas, antikorupsi, adil, amanah, bertanggung jawab, kharismatik/berwibawa, dan sederhana.

Mayoritas responden yaitu 26,6 persen dari total 1.200 orang hasil wawancara menilai merakyat adalah karakter utama dari sosok seorang presiden.

Siti Zuhro berharap para responden itu yang harus jadi pertimbangan partai politik karena mereka merupakan pihak pengusung pasangan capres dan cawapres.

Baca juga
Koalisi Indonesia Bersatu Gelar Silaturahmi Nasional, Ketum PAN Beri Bocoran Agendanya

“Yang bertanggung jawab untuk memilih dan mengusung menurut konstitusi itu partai politik dan gabungan partai politik, bukan relawan. Yang bertanggung jawab mengupayakan pasangan calon mendaftar itu partai politik,” tegas Siti Zuhro.

Oleh karena itu, ia meminta partai politik di Indonesia harus memilih pasangan capres dan cawapres yang paham masalah bangsa dan berkomitmen menyelesaikannya.

KedaiKOPI lewat hasil surveinya telah menunjukkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Hasil survei KedaiKOPI menunjukkan mayoritas responden yaitu 37 persen dari total 1.200 responden menilai pandemi Covid-19 jadi masalah.

Masalah lainnya pengangguran/rendahnya lapangan kerja, tingginya harga kebutuhan, korupsi, tingginya utang luar negeri. Daya beli masyarakat turun, terpuruknya perekonomian, kemiskinan dan kesenjangan sosial, layanan pendidikan tidak merata, dan bantuan sosial yang kurang merata.

Tinggalkan Komentar