Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Poros Koalisi, PDIP Punya Kedekatan Historis dengan Lima Partai

Kamis, 23 Jun 2022 - 13:03 WIB
Hasto2 - inilah.com
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan di sela Rakernas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). Foto: Ant.

Di tengah munculnya poros koalisi yang saat ini marak dibangun oleh partai politik, PDI Perjuangan masih jauh untuk menentukan langkah koalisi guna menghadapi Pemilu 2024.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut partainya masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bekerja sama dengan partai lain. “Nanti tiga sampai empat bulan sebelum pencapresan baru dikerucutkan (mitra koalisi),” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Di tanya soal peluang kerja sama dengan Partai NasDem, Hasto enggan menjawab dengan jelas. “Kami kan dengan NasDem bekerja sama sejak 2014 mendukung pemerintahan Pak Jokowi. Kalau untuk 2024 kan masing-masing punya strategi,” ungkapnya.

Baca juga
Gencar Sosialisasi, Relawan Ganjar Deklarasikan Komunitas Bela Diri di Depok

Menurut Hasto, partainya mengedepankan etika politik dan melihat faktor historis dalam upaya pembangunan koalisi.

Lantas Hasto menyebutkan PDIP memiliki kedekatan historis dengan enam partai, yaitu PAN, PKB, PPP, Golkar, dan Gerindra.

“Ya kita ini kan dengan PAN, karena kan basisnya kan Muhammadiyah, dengan PKB dengan PPP, kemudian dengan Golkar, dengan Gerindra. Kita ingin membangun semangat gotong royong, tetapi kerja sama ini kan muncul dari satu niat terdalam bagi kemajuan Indonesia,” kata dia.

Diketahui, setelah pertemuan PKS-NasDem pada Rabu kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pada Kamis ini menemui Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh untuk penjajakan komunikasi Pemilu 2024.

Baca juga
Kritik Luhut Bikin Masinton Diadukan ke MKD DPR

Sementara itu, Partai Golkar, PAN, dan PPP beberapa waktu lalu telah menjalin kerja sama strategis untuk menghadapi ajang Pemilu 2024 dengan membentuk  Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Adapun Partai Gerindra dan PKB setelah itu juga membentuk koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Tinggalkan Komentar

×