Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Post COVID-19 pada Gejala Berat Bisa Sebabkan Autoimun

Autoimun - inilah.com
istimewa

Sebagian penderita COVID-19 yang bergejala berat mengalami dampak multiorgan atau kondisi autoimun dalam waktu yang lebih panjang dengan gejala yang menetap hingga beberapa bulan setelahnya.

Dampak multiorgan dapat melibatkan banyak sistem tubuh, seperti jantung, paru, ginjal, kulit, dan fungsi otak.

“Sedangkan kondisi autoimun terjadi ketika sistem imun mengalami kesalahan dan menyerang sel-sel sehat dalam tubuh, yang menyebabkan inflamasi (peradangan) atau kerusakan jaringan di berbagai bagian tubuh,” kata Desilia Atikawati, Sp.P, FAPSR, dokter spesialis Paru dan Pernapasan RS Pondok Indah – Puri Indah ditulis di Jakarta, Kamis, (27/01/2022).

Cara paling baik untuk mencegah post-COVID syndrome tentu adalah dengan mencegah terjadinya infeksi COVID-19.

Baca juga
Ketahui Penyebab Sesak pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik

“Bagi Anda yang sudah mendapatkan vaksinasi 1 dan 2, segera lakukan booster vaksinasi COVID-19 sehingga dapat mengurangi risiko terkena COVID-19 serta melindungi orang sekitar Anda,” tambahnya.

Berusia muda dan bergejala ringan tidak menjadi jaminan bagi para penyintas COVID-19 untuk terbebas dari post-COVID syndrome.

Siapa saja yang berpotensi mengalami post-COVID syndrome dan bagaimana mengenali gejalanya?

“Dengan meningkatnya kasus aktif COVID-19 di Indonesia beberapa hari terakhir ini, kita seolah diingatkan kembali akan potensi bahaya yang dijinjing oleh COVID-19,” paparnya.

Tak hanya menyerang saluran pernapasan, COVID-19 juga berpotensi mengakibatkan post-COVID syndrome pada penderitanya.

Post-COVID syndrome merupakan sejumlah masalah kesehatan atau gejala yang baru, kembali muncul, atau terus terjadi selama 4 minggu atau lebih sejak pertama kali Anda terinfeksi virus penyebab COVID-19.

Baca juga
Selain Kemoterapi, Imunoterapi Dianggap Mampu Tingkatkan Kesempatan Hidup Pasien Kanker

Walaupun mayoritas penderita COVID-19 akan membaik dalam beberapa minggu setelah sakit, sebagian penderita mengalami post-COVID syndrome yang gejalanya menetap selama beberapa waktu setelah sembuh.

Kondisi ini sangat bervariasi dan memiliki jangka waktu yang berbeda antar penyintas COVID-19.

Tinggalkan Komentar