Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

PPKM Jawa-Bali Kembali Diperpanjang Hingga 6 September

Senin, 30 Agu 2021 - 21:47 WIB
PPKM Jawa-Bali Kembali Diperpanjang Hingga 6 September - inilah.com

Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, 3, dan 4 di Jawa-Bali untuk menekan penyebaran pandemi COVID-19. Kebijakan itu diperpanjang selama tujuh hari, terhitung sejak 31 Agustus hingga 6 September 2021.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (30/8/2021) malam.

“Dalam satu minggu terakhir ini sudah terjadi tren perbaikan COVID-19. Positivity rate terus menurun dalam tujuh hari terkahir. Tingkat keterisian rumah sakit untuk kasus COVID-19 juga semakin membaik. Rata-rata BOR (Bed Occupancy Ratio) nasional sudah berada sekitar 27 persen,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, terdapat perubahan daerah yang menerapkan PPKM Level 4 di Jawa-Bali menjadi 25 daerah dari sebelumnya 51 kabupaten/kota pada pekan lalu.

“Sehingga wilayah level 3 pada penerapan minggu ini adalah Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya dan Solo Raya. Semarang Raya berhasil turun ke Level 2,” ujarnya.

Baca juga
PPKM Level 3, Akses Masuk Kota Bandung Berlakukan Ganjil-Genap

Keputusan Pemerintah memperpanjang PPKM berbasis level menjadi yang ketujuh. Mulanya, Pemerintah menerapkan PPKM Darurat 3-20 Juli di Jawa-Bali, dan 12-20 Juli di luar Jawa-Bali. Kemudian diperpanjang dengan istilah baru PPKM Level 4 pada 20-25 Juli.

Selanjutnya, PPKM diperpanjang selama 26 Juli-2 Agustus, dan pada periode 3-9 Agustus. Kemudian kembali diperpanjang selama periode 10-16 Agustus, 17-23 Agustus, dan 24-30 Agustus.

Dalam PPKM sepekan terakhir ini pemerintah mulai melonggarkan pembatasan dibandingkan PPKM sepekan sebelumnya. Mulai dari perizinan persiapan teknis Asesmen Nasional, sekolah tatap muka di daerah PPKM Level 3, pembukaan tempat ibadah, hingga pusat perbelanjaan atau mal.

Sebelumnya, terdapat 51 kabupaten/kota dari tujuh provinsi di Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 4, dan 67 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 3 pada sepekan terakhir. Kemudian, delapan daerah lainnya yang menerapkan PPKM Level 2, mayoritas berada di Jawa Barat.

Baca juga
Skenario Penundaan Pemilu 2024, Presiden Jokowi Didesak Pecat Luhut

Jawa Timur menjadi provinsi dengan daerah Level 4 terbanyak, yaitu 19 kabupaten/kota. Sedangkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan daerah Level 3 paling banyak, yaitu 19 kabupaten/kota.

Sementara itu, 34 kabupaten/kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua yang memberlakukan PPKM Level 4 mulai 24 Agustus dan baru akan berakhir pada 6 September mendatang.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan PPKM akan terus berlaku selama COVID-19 masih menjadi pandemi. PPKM merupakan instrumen bagi pemerintah untuk menyeimbangkan antara pengendalian wabah dan ekonomi masyarakat.

Penentuan level atau tingkatan pada penerapan PPKM menyesuaikan dengan kondisi penularan di daerah masing-masing. Semakin rendah level, kata Jokowi, maka semakin mendekati kehidupan normal bagi aktivitas masyarakat.

Sementara itu, meski diperpanjang, dilakukan pelonggaran pada sejumlah kegiatan selama masa PPKM level 2-4.

Pelonggaran yang dimaksud yakni sejumlah sekolah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, dibukanya pusat perbelanjaan secara terbatas, dan juga diperbolehkannya tempat ibadah menggelar ibadah berjamaah.

Baca juga
Tak Masuk Akal Jokowi Naikkan Harga Pertalite Cs

Presiden berharap ke depannya PPKM dapat mengurangi kasus COVID-19 di Tanah Air sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas. Jokowi mengatakan, PPKM membawa dampak positif dalam penerapannya di Jawa-Bali sehingga ia pun berharap wilayah lainnya juga bisa merasakan penurunan kasus COVID-19 dengan menerapkan kebijakan tersebut.

“Sehingga secara keseluruhan di Jawa-Bali ada perkembangan yang cukup baik. Level 4 dari 51 kabupaten kota menjadi 25 kabupaten kota,” kata Presiden.

Tinggalkan Komentar