Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

PPN Naik 11%, Jangan Kaget Harga Suku Cadang Kendaraan Mahal Sekali

PPN Naik 11%, Jangan Kaget Suku Cadang Kendaraan Mahal Sekali

Bagi yang berniat mudik menggunakan kendaraan pribadi, periksa kendaraan dengan cermat. Kalau ada suku cadang yang sudah waktunya ganti, ya lakukan. Jangan kaget harga sekarang sangat mahal.

Menurut Ayong Bunarto, pemilik Bengkel Spesialis Suzuki Jimny Mamba Motor di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2022), harga suku cadang mengalami kenaikan signifikan. Lantaran adanya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai alias PPN menjadi 11%. “Sejak Maret lalu, harga spare part Suzuki Genuine Part (SGP) sudah naik 17 sampai 21 persen. Kini naik lagi karena PPN,” terangnya.

Pemilik Bengkel dan toko aksesori spesialis Suzuki Jimny, Mamba Motor ini, mengaku omset menjadi semakin tipis. Lantaran itu tadi, harga suku cadang semakin mahal. “Makanya kami stok spare part dulu sebelum PPN naik, kalau ditambah PPN naik ya harganya makin tinggi,” ujarnya.

Baca juga
DJP Buka Peluang Tunjuk Perusahaan Asing untuk Pungut PPN Aset Kripto

Dalam hal ini, menurut Ayong, pemerintah terlalu cepat memberlakukan kenaikan PPN 11%.
Imbasnya dinilai kurang baik bagi para pelaku bisnis otomotif serta konsumen. “Makanya kami makin berat, konsumen juga otomatis terbebani walaupun mau enggak mau ya dibeli juga karena spare part sampai aksesori itu sudah kebutuhan,” jelasnya.

Arif Bahrianto, pemilik gerai spare part DiddoT Jaya Motor (DJM) di bursa otomotif Pandawa Auto Part, Depok, Jawa Barat, merasakan betapa beratnya efek kenaikan PPN 11%.

Kenaikan PPN 11%, menurut Arif, berdampak langsung kepada biaya pengeluaran untuk modal belanja usaha. “Sekarang semua harga spare part naik, BBM juga ada yang naik. Jadi ya kami harus penyesuian budget aja buat belanja barang-barang, padahal di awal tahun ini harga spare part sudah naik juga,” tutur Arif.

Baca juga
Pemerintah Siapkan UU Pajak untuk Sekolah

Dia mengatakan, kenaikan PPN 11% membuat sebagian konsumen pilih onderdil KW, atau berkualitas di bawah orisinal. Karena, harga suku cadang orisinal tentunya lebih mehal untuk kondisi saat ini.

Siregar, pemilik toko spare part mobil Kurnia Motor di Pandawa Auto Part di Depok, berpandangan senada. “Dengan naiknya PPN jadi 11 persen cukup memberatkan kami pengusaha yang sebenarnya juga konsumen karena kami kan belanja juga dari supplier,” ujarnya.

Siregar menilai, kondisi pasar suku cadang saat ini, masih terbilang stabil. Diakui, saat ini, pengusaha tak punya pilihan selain mengikuti aturan pemerintah.

 

Tinggalkan Komentar