Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

PPP Tak Persoalkan Kadernya Deklarasi Usung Anies

Rabu, 16 Nov 2022 - 21:08 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan saat berada di Gedung Kemendagri, Jakarta, Senin (17/10/2022). (Foto: Antara)

PPP memastikan tidak akan menertibkan kadernya yang deklarasi mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres). Alasannya, belum ada kesepakatan bersama.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Waketum PPP) Arsul Sani menegaskan bahwa hingga saat ini PPP belum mengambil keputusan apapun terkait pengusungan capres. Termasuk juga soal Forum Ka’bah yang telah mendeklarasikan Anies sebagai capres.

“Kita serap dulu lihat aspirasi yang berkembang sekarang misalnya, tidak bisa kita pungkiri ada kelompok sejumlah katakan lah kader PPP yang mendeklarasikan Pak Anies melalui forum Ka’bah membangun di Jogja. Ya sudah, nggak usah ditertibkan juga, karena memang partai belum mengambil keputusan,” terang Arsul di, Rabu (16/11/2022).

Baca juga
Menelisik Pesan Jokowi di HUT Golkar, Pengamat: Efek Merasa Ditinggal Partai Pendukung

Saat disinggung siapa sosok yang akan diusung oleh PPP, Asrul menyatakan tidak terburu-buru. Dia menjelaskan, PPP mengusung keterbukaan, tidak ada pemegang kendali. Maka setiap keputusan adalah hasil kesepakatan bersama.

“Apalagi PPP ini kalau diibaratkan perusahaan itu seperti public listing company, nah terkait kesepakatan soal siapa yang akan kita usung sebagai paslon itu, saya rasa tidak terburu-buru,” sambungnya.

Tak hanya itu, Arsul juga menjelaskan bahwa dalam pengambilan keputusan yang secara resmi di tingkat nasional, PPP akan mempertimbangkan dua hal. Yang pertama, tutur dia, tentu menyerap aspirasi internal.

“Yang kedua karena PPP ini di antara partai parlemen, ini yang paling kecil hanya mempresentasikan 3,7 jumlah kursi. Kalau suara itu 4,52 maka ini kan tetap sounding, harus musyawarah, harus bicara dengan partai lain yang ada dalam koalisinya, yakni KIB,” ungkapnya.

Baca juga
Soal Dukungan Capres, Surya Paloh Bakal Bertemu Anies Baswedan

Meski begitu, ia mengakui bahwa beberapa kader di berbagai forum permusyawaratan telah mendeklarasikan sejumlah nama. “Ada juga sejumlah wilayah yang memang sudah meminta sejumlah nama, seperti Sulteng, Jatim. Ada juga misalnya Jogja dengan dua nama. Jogja ini DPW resmi, struktur minta antara Anies atau Ganjar sebagai capres, dan kemudian cawapres pak Plt Mardiono atau Erick Thohir. Memang kita serahkan, terserah kami nanti pada saatnya tentu sebagai parpol akan mengambil sikap,” tegas Arsul.

Tinggalkan Komentar