Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Prabowo Deklarasi Capres, PDIP Tiupkan Isu Reshuffle

Jumat, 19 Agu 2022 - 14:08 WIB
Whatsapp Image 2022 08 17 At 12.31.27 Pm - inilah.com
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/8/2022). Foto: Antara

PDIP meniupkan isu reshuffle pada tahun politik ini. Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul meyakini Presiden Jokowi bakal merombak kabinet lagi, lantaran anggota kabinet yakni Menhan Prabowo Subianto telah mendeklarasikan maju menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Pacul, sesuai dengan ketentuan tahapan Pemilu 2024, yakni pendaftaran capres-cawapres dilakukan pada 19 Oktober 2023-25 November 2023 maka minimal pada September 2023, Prabowo harus mundur dari kabinet untuk fokus kampanye. “Saya pastikan sudah (reshuffle) pasti ada, paling tidak kan yang sudah declare Pak Prabowo. Kan enggak mungkin jadi Menhan lagi. September 2023,” kata dia kepada wartawan di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca juga
Relawan Siap Galang Massa di 270 Desa se-Kabupaten Bandung untuk Capres Airlangga

Tidak hanya kursi menhan, Pacul menyebutkan, sejumlah anggota kabinet pada pos menteri lainnya juga bakal mundur untuk maju pilpres. Namun dia tidak menyebut menteri-menteri yang menurutnya bakal nyapres. Berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga survei, sejumlah nama anggota kabinet seperti Airlangga Hartarto hingga Sandiaga Uno masuk bursa capres-cawapres.

Ketua Komisi III DPR juga meyakini Jokowi sudah memahami situasi tersebut, termasuk mengevaluasi kinerja kabinet. “Beliau lebih paham pembantunya, beliau lebih paham pandangan ke depan. Kalau beliau melakukan supaya bisa menjawab tantangan di depan, kemudian melakukan reshuffle ya dia punya kewenangan,” ujar Ketua DPP PDIP.

Baca juga
Pertemuan Golkar-PSI akan Untungkan Pencapresan Airlangga

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka telah mengakui memberi restu Menhan Prabowo Subianto untuk maju pada Pilpres 2024. Jokowi menyatakan tidak etis dirinya melarang anggota kabinet untuk terjun berkontestasi pada pilpres mendatang.

Dia juga tidak keberatan jika izin yang diberikan diartikan sebagai restu kepada Prabowo, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, sekaligus kompetitornya pada Pilpres 2019 dan 2014 yang lalu. “Silakan bahwa itu ditafsirkan sebagai restu. Ya silakan saja,” kata Jokowi.

Jokowi mengakui pula Prabowo telah minta izin kepadanya. “Istilahnya, saya kira, karena menyampaikan kepada saya, masa saya bilang jangan. Ndak, kan enggak begitu. Ya, silakan,” kata dia.

Baca juga
Keberanian; Hal yang Menonjol dalam Kepemimpinan Anies Baswedan

 

Tinggalkan Komentar