Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Prabowo Subianto Tak Mau Jadi Presiden jika Hal Ini Terjadi

Minggu, 30 Okt 2022 - 14:28 WIB
Bbcd7d55 D960 4be9 A0c9 F8636d22a20e - inilah.com
Ketum Gerindra menghadiri acara ‘PKB Road to Election 2024’ di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu (30/10/2022). (Foto: Dok Kemhan)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak ingin menjadi presiden dalam situasi tertentu. Ketika menghadiri acara ‘PKB Road to Election 2024’ yang dihadiri ribuan kader PKB, di Tennis Indoor, Senayan, Minggu (30/10/2022), Prabowo mengaku rela menolak jadi presiden apabila menanggung risiko perpecahan bangsa.

“Saya tidak mau jadi presiden di atas perpecahan bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Dia mengaku siap menjadi presiden demi mewujudkan perdamaian dan keutuhan bangsa. Secara internal, Gerindra mengusung Prabowo untuk turun lagi sebagai capres pada Pilpres 2024, dan sekarang ini tengah berkoalisi dengan PKB menyatukan kekuatan menuju suksesi nasional. “Jangan ikut-ikut demokrasi bangsa lain. Sesudah persaingan, ayo bersama-sama membangun negara ini,” ujar Prabowo.

Baca juga
Segera Deklarasi, PKB, PKS dan Demokrat Buka Pintu Koalisi untuk NasDem

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung kekalahan yang dialaminya dari Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019. Namun dia mengingatkan dirinya mau melupakan kekalahan itu dan bergabung pada pemerintahan Jokowi untuk bersama-sama membangun.

“Saya dulu rivalnya Pak Jokowi, tapi demi merah putih, demi negara, saya bersatu dengan Pak Jokowi,” tandas Prabowo.

PKB menggelar acara ‘Road to Election 2024’ dengan tema ‘Gus Muhaimin: The Next 2024’. Kendati telah menyatakan sikap membangun koalisi namun Gerindra dan PKB belum mendeklarasikan pasangan capres-cawapres. PKB mendorong agar sang ketum, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dipinang menjadi cawapres.

Baca juga
Foto: Momen Wapres Ma'ruf Amin Buka Ijtima Ulama Nusantara

Dalam pidatonya, Cak Imin membeberkan program-program yang bakal diperjuangkan PKB. Dimulai dari listrik gratis, penurunan harga BBM, bantuan modal untuk pengusaha muda, kenaikan dana pensiun TNI-Polri hingga subsidi pupuk. Program-program itu merupakan hasil konsolidasi internal dalam beberapa hari terakhir.

Tinggalkan Komentar