Prabowo Tegaskan Komitmen Penuh Indonesia Dukung Perdamaian di Palestina

Prabowo Palestina

Berpidato dalam Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021 di Bahrain, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk perdamaian di Palestina.

“Indonesia mendukung resolusi damai yang mencakup solusi dua negara untuk Palestina. Indonesia sangat bersedia melakukan semua yang kami bisa untuk meningkatkan prospek solusi tersebut,” kata Prabowo dalam forum tersebut, mengutip keterangan tertulis Kemenhan, Minggu (21/11/2021).

Prabowo menyebut bahwa masyarakat Indonesia terus mengikuti peristiwa dan perkembangan di Timur Tengah dengan cermat, dan rakyat Indonesia menginginkan adanya perdamaian dan kemakmuran di Timur Tengah.

Baca juga  Gala Sky Masih Proses Pemulihan Saat Vanessa dan Bibi Dimakamkan

“Konflik dan kekerasan serta kekerasan yang terjadi sangat menyedihkan bagi kita,” ucap Prabowo.

Di sisi lain, Menhan mengatakan bahwa Indonesia senantiasa menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan di Timur Tengah pada sektor kontraterorisme dalam rangka kepentingan keamanan Indonesia. Karena bukan rahasia lagi bahwa banyak kelompok garis keras Indonesia terpengaruh dengan kelompok-kelompok berpikiran sama di Timur Tengah.

Dia menyebutkan, misalnya, hubungan antara Al-Qaeda dan Jamaah Islamiyah (JI), serta ISIS dan afiliasinya di Indonesia, yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Kami memantau dengan sangat cermat, dan kami menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan di Timur Tengah di sektor kontraterorisme. Secara umum, kami terus mengawasi komplikasi keamanan regional,” kata Prabowo.

Baca juga  Jumlah Kendaraan yang Uji Emisi di DKI Melonjak Tajam

Dia melanjutkan bahwa Indonesia di saat yang sama berupaya agar ekstremisme tidak tumbuh subur demi terwujudnya perdamaian di Tanah Air dengan cara menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi warganya.

“Saya percaya bahwa ekstremisme dan radikalisme akan tumbuh subur ketika ada kemiskinan, ada ketidaksetaraan, ketidakadilan. rakyat kehilangan harapan, warga miskin tidak mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum, dan mereka merasa ditinggalkan oleh yang berkuasa. Ini adalah lahan subur bagi radikalisme dan ekstremisme,” jelas Prabowo.

Dia pun meyakini bahwa paham ekstremis dan radikal tidak akan relevan lagi ketika ada keadilan, terjadinya demokrasi yang nyata, dan adanya akuntabilitas para pemimpin, hingga perlakuan yang sama di mata hukum.

Baca juga  Kritik Jokowi Soal Banjir Sintang, Fadli Zon Kena Semprit Prabowo

Tinggalkan Komentar