Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Presiden Jokowi Asyik Resmikan Bandara Baru, Kertajati Mati Suri

Senin, 10 Jan 2022 - 19:20 WIB
Presiden Jokowi Asyik Resmikan Bandara Baru, Kertajati Mati Suri

Sepanjang 2021, Presiden Jokowi sibuk meresmikan bandara baru. Semoga tak seperti Kertajati, mati suri karena sepi penumpang.

Dalam penelusuran Inilah.com, Senin (10/1/2022), pada bulan Desember 2021, Presiden Jokowi meresmikan dua bandara baru. Pada Rabu (8/12/2021), Presiden Jokowi meresmikan BandaraTebelian di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Bandara ini dibangun dengan anggaran Rp518 miliar. Diproyeksikan mampu melayani 75 ribu penumpang per tahun. Berada di lahan seluas 153,6 hektar, Bandara Tebelian memiliki terminal seluas 2.000 meter-persegi. Panjang landas pacunya 1.820 meter dengan lebar 30 meter. Cocok untuk melayani pesawat ATR-72/600.

Menariknya, panjang landas pacunya bisa dikembangkan hingga 2.200 meter. Sehingga memungkinkan pesawat narrow body 737 mendarat mulus di bandara ini.

Masih di bulan yang sama, tepatnya Jumat (17/12/2021), Presiden Jokowi meresmikan Bandara Ngloram di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bandara ini memiliki panjang landasan 1.500 meter, diharapkan mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga
Larangan Ekspor Migor, Pemerintah Harus Jamin Pengawasan Distribusi

Yakni Kabupaten Blora, Bojonegoro, Tuban, dan Ngawi. “Dan sebagian dari Purwodadi, Rembang. Saya kira akan lebih dekat apabila ingin terbang lewat Bandara Ngloram,” papar Jokowi.

Asal tahu saja, Bandara Ngloram memiliki terminal seluas 3.200 meter-persegi, dikembangkan sehak 2018 hingga 2021. Diyakini mampu melayani 210 ribu penumpang per tahun.

Pada Maret 2021, Presiden Jokowi juga sibuk meresmikan Bandara Tana Toraja di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) senilai Rp800 miliar. Pada hari yang sama, Jokowi meresmikan Bandara Pantar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dikutip dari di akun Instagramnya, Kamis (18/3/2021), Presiden Jokowi menuju Bandara Hasanuddin, Maros untuk berganti pesawat menuju Tana Toraja. Seminggu kemudian, tepatnya 24 Maret 2021, Presiden Jokowi meresmikan Terminal Bandara Kuabang Kao, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Tapi, ada kekhawatiran, maraknya pembangunan bandara di era Jokowi, justru tak ada artinya. Bandara yang digadang-gadang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi malah tak terjadi. “Bandara Kertajati contohnya. Dibangun dengan anggaran triliunan tapi sepi penumpang. Bak bandara hantu saja,” ungkap Uchok Sky Khadafi, pengamat anggaran kepada Inilah.com, Senin (10/1/2022).

Baca juga
Tinjau Vaksinasi Door To Door di Tarakan, Jokowi Ajak Dubes Negara Sahabat

Ya, kekhawatiran Uchok masuk akal juga. Kini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketiban tugas berat. Bagaimana ‘meramaikan’ Bandara Kertajati agar tak mati suri. Apalagi menyandang julukan seram sebagai bandara ‘hantu’.

Sekedar mengingatkan, Bandara Kertajati yang menelan dana investasi Rp4,9 triliun, tak melayani penumpang sejak April 2020. Padahal, bandara ini sempat diwacanakan sebagai tempat embarkasi dan debarkasi jamaah haji dan umroh. Namun batal lantaran pandemi COVID-19.

Saat ini, pemerintah berencana menjadikan Bandara Internasional Jawa barat (BIJB) Kertajati menjadi pusat pemeliharaan pesawat dan kegiatan logistik. “Kita harus gencar mensosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara Kertajati dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien,” kata Menhub Budi, Minggu, (9/1/2022).

Dia menjelaskan, Bandara Kertajati memiliki terminal kargo seluas 4.480 meter persegi. Dia pun mendorong pengelola bandara untuk berkomunikasi dengan para perusahaan kargo internasional, seperti dari Dubai dan Hongkong. Budi agar dapat meningkatkan pergerakan angkutan kargo di bandara itu. Dan, pengelola bandara perlu menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (KPM) untuk menarik investor.

Baca juga
Pengerahan Kades Dukung Jokowi 3 Periode Gaya Orde Baru

Menhub Budi berpendapat, hal ini penting untuk dapat meningkatkan kapasitas bandara, seperti menyediakan landasan darat bagi pesawat wide body. “Kita juga perlu memetakan potensi investasi di sekitar bandara ini,” ujar Menhub Budi.

 

 

Tinggalkan Komentar