Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Presiden Jokowi Bertolak ke Jerman Hadiri G7

Minggu, 26 Jun 2022 - 11:45 WIB
Whatsapp Image 2022 06 26 At 10.32.32(1) - inilah.com
Tangkapan layar Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait Kunjungan Kerja ke Luar Negeri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang disaksikan secara virtual melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (26/6/2022). Foto: Antara/Biro Setpres Setneg.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (26/6/2022) pagi, bertolak ke Jerman untuk mengadiri KTT G7 yang digelar di Elmau pada 26-28 Juni 2022. Rombongan kepresidenan menuju Jerman dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Presiden Jokowi diundang pada KTT G7 karena Indonesia merupakan mitra dan ketua Presidensi G20. Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jokowi mengatakan isu pangan dan energi menjadi salah satu pembahasan pada KTT G7.

“Di sini kita akan mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi yang sedang melanda dunia,” kata Kepala Negara, didampingi Wapres Ma’ruf Amin dan Mensesneg Pratikno.

Baca juga
Gara-gara Mahalnya Minyak Goreng, Pamor Jokowi Meredup Cepat

Selain mengikuti KTT, Jokowi juga akan melakukan pertemuan-pertemuan bilateral dengan para pimpinan negara-negara anggota G7 dan negara mitra lain yang turut hadir. Indonesia bersama India, Senegal, Argentina, dan Afrika Selatan menerima undangan untuk menghadiri pertemuan itu.

Dalam pertemuan tersebut, negara-negara peserta G7 juga akan mendorong perdamaian di Ukraina dan Rusia. Oleh karena itu, Indonesia berupaya mengajak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, membuka ruang dialog.

Selepas dari Jerman, Jokowi direncanakan bakal menuju Kiev menggunakan kereta api untuk bertemu Presiden Zelensky. Setelah itu, Jokowi menuju Moskow untuk bertemu Presiden Putin.

Baca juga
Intelijen Jerman Sadap Komunikasi Tentara Rusia, Bicarakan Pembunuhan Massal di Bucha

Selepas Eropa, Jokowi akan menuju Uni Emirat Arab untuk melanjutkan kembali pembahasan kerja sama ekonomi dan investasi antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab. “Kunjungan ini bukan hanya penting bagi Indonesia tetapi juga penting bagi negara-negara berkembang untuk mencegah rakyat negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem dan kelaparan,” ujar Jokowi.

Tinggalkan Komentar