Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Presiden Jokowi: Kenaikan Angka COVID Semakin Dekati Puncak Kasus

Presiden Jokowi: Kenaikan Angka COVID Semakin Dekati Puncak Kasus
Presiden Jokowi: Kenaikan Angka COVID Semakin Dekati Puncak Kasus

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut lonjakan kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini sedang mendekati puncak kasus.

“Pandemi COVID-19 di Tanah Air sesuai perkiraan sedang menanjak dengan angka kasus positif mendekati puncak kasus seperti Juli tahun lalu,” ujar Jokowi dikutip dari akun Instagramnya, @jokowi, Minggu (13/2/2022).

Dikatakan Jokowi, virus COVID-19 varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi. Meski begitu, tingkat fatalitas dari varian ini lebih rendah dibandingkan dengan Delta.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian meminta masyarakat tidak panik dan tetap disiplin dalam menjaga protokol kesehatan.

Masyarakat yang belum menerima suntikan vaksinasi Covid-19 juga diminta sesegera mungkin mendatangi lokasi vaksin untuk segera divaksin.

Baca juga
Jokowi Lantik Tiga Duta Besar Baru untuk Negara Sahabat, Ini Orangnya

“Untuk yang sudah mendapatkan vaksin lengkap dan sudah waktunya disuntik vaksin dosis ketiga agar segera mendapat vaksin booster,” jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada Sabtu (12/2/2022) kemarin, tercatat pasien COVID-19 bertambah 55.209. Jumlah kasus positif COVID-19 sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 lalu kini menjadi 4.763.252.

Peningkatan angka kasus aktif COVID-19 ini diduga karena varian Omicron yang memiliki daya tular yang lebih cepat dibandingkan dengan varian lain.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak kasus Omicron akan terjadi pada awal Februari 2022.

Hal itu berdasarkan hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, di mana varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta.

Baca juga
Singapura Tolak UAS, Timbulkan Pertanyaan Hubungan Baik Melayu Islam Asia Tenggara

“Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari,” kata Luhut.

Tinggalkan Komentar