Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Presiden Jokowi Klaim Pemerintah Sudah Siap Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19

Presiden Jokowi Klaim Pemerintah Sudah Siap Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pemerintah telah memprediksi bakal terjadi lonjakan kasus COVID-19. Bahkan pemerintah pun telah siapkan langkah antisipasi yang jauh lebih baik.

“Lonjakan ini sudah diperkirakan dan diantisipasi oleh Pemerintah dengan kesiapan-kesiapan kita yang sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun lalu.” kata Jokowi saat menanggapi perkembangan terkini COVID-19, Kamis (3/2/2022).

Adapun perkembangan kasus terkonfirmasi COVID-19 pada Kamis (3/2/2022), mencapai 27.197 kasus. Walau demikian Presiden Jokowi menegaskan Indonesia sudah lebih siap dari segi pelayanan rumah sakit. Obat-obatan, oksigen, fasilitas isolasi, dan tenaga kesehatan.

Bahkan kondisi di rumah sakit juga masih terkendali. Presiden pun meminta seluruh masyarakat agar tetap tenang.

Baca juga
Perusahaan Asing Layangkan Gugatan Penyitaan Aset, Kasus Asabri Bisa Ganggu Investasi

“Meski kasus melonjak tinggi namun tingkat keterisian di rumah sakit masih terkendali,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan individu yang terpapar COVID-19 varian Omicron dapat disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit, melainkan cukup dengan isolasi mandiri di rumah, minum obat dan multivitamin, serta melakukan tes kembali setelah lima hari.

“Saya ingatkan agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi berbagai varian COVID-19,” ujarnya.

Presiden mengingatkan masyarakat untuk tetap berdisiplin menjaga protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu.

“Bagi yang belum divaksin agar segera divaksin. Bagi yang sudah divaksin lengkap, dan sudah waktunya untuk disuntik vaksin penguat agar segera vaksin booster,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga
Penumpang Pesawat Wajib PCR, Ini Alasannya

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19, kasus baru COVID-19 mengalami penambahan 27.197 orang pada Kamis (3/2/2022).
DKI Jakarta mencatatkan pasien baru terbanyak yaitu 10.117 pasien.

Data Satgas Penanganan COVID-19 memperlihatkan dari kasus baru itu sebanyak 26.467 orang merupakan transmisi lokal, dan 730 pelaku perjalanan luar negeri.

 

Tinggalkan Komentar