Sabtu, 03 Desember 2022
09 Jumadil Awwal 1444

Presiden Sri Lanka Kabur ke Maladewa, PM Diminta Mundur

Rabu, 13 Jul 2022 - 18:13 WIB
Sri Lanka Maladewa
(foto: indiatimes.com)

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Maladewa pada Rabu (13/7/2022), kata sejumlah sumber, beberapa jam sebelum memenuhi janjinya untuk mundur.

Menurut seorang sumber pemerintah dan seorang teman dekatnya, Rajapaksa berada di Male, ibu kota Maladewa.

Kemungkinan besar dia akan meneruskan pelariannya ke negara Asia lain dari sana, kata sumber pemerintah itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menyatakan Sri Lanka dalam keadaan darurat dan jam malam segera diberlakukan.

Ratusan orang yang menuntut pengunduran diri Wickremesinghe mengepung kantornya di Kolombo.

Polisi menyemprotkan gas air mata dan sebuah helikopter terbang di atas para demonstran, tetapi mereka tampak tak mengindahkannya.

“Perdana menteri sebagai penjabat presiden telah menetapkan status darurat (di seluruh negeri) dan memberlakukan jam malam di Provinsi Barat,” kata sekretaris pers Wickremesinghe, Dinouk Colombage, seperti dilansir Reuters, Rabu.

Provinsi Barat mencakup ibu kota Kolombo.

Ketua parlemen mengatakan, Rajapaksa telah menyetujui penunjukan Wickremesinghe sebagai presiden, berdasarkan pasal konstitusi yang mengatur kapan presiden dianggap tak mampu menjalankan tugasnya.

Pelarian sang presiden menandai akhir dari kekuasaan klan Rajapaksa yang telah mendominasi politik di negara Asia Selatan itu selama dua dasawarsa terakhir.

Baca juga
Pangan Mahal dan Utang Menggunung, Krisis Ekonomi Mendekati Indonesia

Protes-protes terhadap krisis ekonomi telah muncul berbulan-bulan dan mencapai puncaknya pekan lalu ketika ratusan ribu orang menduduki gedung-gedung penting pemerintah di Kolombo.

Mereka menyalahkan klan Rajapaksa dan sekutu mereka atas lonjakan inflasi, korupsi, serta kelangkaan bahan bakar dan obat-obatan.

Sumber-sumber pemerintah dan para pembantu Rajapaksa mengatakan bahwa saudara-saudara kandung sang presiden, mantan perdana menteri Mahinda Rajapaksa dan mantan menteri keuangan Basil Rajapaksa, masih berada di Sri Lanka.

Gotabaya Rajapaksa beserta istri dan dua orang pengawal meninggalkan bandara internasional utama dekat Kolombo dengan sebuah pesawat AU Sri Lanka Rabu pagi, menurut pernyataan angkatan udara.

Rajapaksa sebelumnya mengatakan akan mengundurkan sebagai presiden pada Rabu.

Ketua parlemen Mahinda Yapa Abeywardena mengatakan dirinya belum berkomunikasi dengan Rajapaksa tentang pengunduran diri itu.

Seorang sumber di partai berkuasa mengatakan Rajapaksa akan mengirimkan surat pengunduran diri pada Rabu.

Wickremesinghe juga berencana untuk mundur sebagai perdana menteri. Jika dia melakukannya, ketua parlemen akan bertindak sebagai penjabat presiden sampai presiden baru terpilih pada 20 Juli menurut jadwal.

Namun, para pemimpin aksi protes mengatakan perdana menteri adalah sekutu klan Rajapaksa. Mereka memperingatkan adanya ‘pertempuran yang menentukan’ jika dia tidak mengundurkan diri.

Baca juga
Disaksikan Kapolri, Pemuda Pancasila Dukung Anies Maju Capres 2024

“Kami sangat menentang pemerintahan Gota-Ranil. Keduanya harus pergi,” kata Buddhi Prabodha Karunaratne, salah satu penyelenggara protes.

Di tengah kekisruhan ekonomi dan politik, harga obligasi pemerintah Sri Lanka menyentuh level terendah pada Rabu.

Kedutaan Besar AS di Kolombo mengatakan pihaknya membatalkan layanan kekonsuleran pada Rabu petang dan Kamis sebagai tindakan pencegahan.

Ekonomi negara pulau itu, yang sangat bergantung pada sektor pariwisata, tak hanya terhantam oleh pandemi COVID-19, tapi juga penurunan devisa dari para pekerja Sri Lanka di luar negeri.

Larangan penggunaan pupuk kimia sempat menurunkan produksi pangan, meski larangan itu kemudian dicabut.

Klan Rajapaksa menerapkan kebijakan populis berupa pemotongan pajak pada 2019.

Kebijakan itu memengaruhi pembiayaan pemerintah, sementara cadangan devisa yang terus menyusut menghambat impor bahan bakar, pangan dan obat-obatan.

Bensin dijatah dan antrean panjang terlihat di depan toko yang menjual gas elpiji.

Inflasi mencapai 54,6 persen bulan lalu dan bank sentral telah memperingatkan angkanya bisa menjadi 70 persen dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga
Jokowi Salah Pilih Harga BBM, Krisis Ekonomi Menanti

Kakak kandung presiden, Mahinda Rajapaksa, turun dari kursi perdana menteri pada Mei setelah protes-protes yang menentang keluarga itu berujung pada kekerasan.

Dia sempat bersembunyi di sebuah pangkalan militer di Sri Lanka timur selama beberapa hari sebelum kembali ke Kolombo.

Laporan-laporan media di Maldives, negara kepulauan di sebelah barat Sri Lanka di Samudra Hindia, mengatakan Rajapaksa telah tiba di negara itu Rabu pagi.

Seorang juru bicara pemerintah Maldives tidak membalas permintaan untuk berkomentar.

Pada Selasa, kantor imigrasi Sri Lanka mencegah Basil Rajapaksa terbang meninggalkan negara itu.

Belum jelas ke mana Basil, pemegang kewarganegaraan AS, akan pergi.

Dia mengundurkan diri sebagai menteri keuangan pada awal April di tengah gelombang protes anti pemerintah.

Dia juga meninggalkan posisinya di parlemen pada Juni.

Tinggalkan Komentar