Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Presiden Ukraina Serukan Lawan Invasi Rusia

Presiden Ukraina Serukan Lawan Invasi Rusia
Presiden Ukraina Serukan Lawan Invasi Rusia

Tak mau tinggal diam menghadapi serangan Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serukan rakyatnya untuk ikut berperang melawan invasi.

“Masa depan Ukraina bergantung pada rakyat Ukraina,” ujar Zelensky. Sejak Kamis (24/02/2022) dini hari, Rusia telah mengerahkan kekuatan militernya ke wilayah Ukraina. Langkah ini dilakukan setelah Presiden Vladimir Putin mengeluarkan perintah operasi militer di wilayah Donbass, di Ukraina Timur.

Zelensky juga mendesak para pemimpin global untuk memberikan bantuan pertahanan ke Ukraina dan membantu melindungi wilayah udaranya dari agresi Rusia. Zelensky mengaku telah berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia yang menurutnya akan membentuk “koalisi anti-Putin.”

Baca juga
Firli: Korupsi Hadir karena Sistem yang Buruk

“Saya sudah berbicara dengan (Presiden AS Joe) Biden, (Perdana Menteri Inggris Boris) Johnson, (Presiden Dewan Eropa) Charles Michel, (Presiden Polandia Andrzej) Duda, (Presiden Lithuania Gitanas) Nauseda,” ungkapnya.

Pasukan Rusia mengepung Ukraina dari tiga sisi, yaitu dari perbatasan di timur, Belarus di utara, dan Crimea yang terletak di selatan negara tersebut.

Militer Rusia menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan basis-basis militer, bukan kota-kota biasa di Ukraina. Mereka menjamin warga sipil tetap aman.

Namun, Ukraina melaporkan bahwa serangan Rusia tak hanya menewaskan 40 tentara negaranya, tapi juga merenggut 10 nyawa warga sipil.

Rusia juga mengeklaim berhasil menghancurkan beberapa pangkalan udara militer Ukraina. Moskow juga mengklaim berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara negara itu.

Baca juga
Demokrat: Mensos Risma Bisanya Hanya Tebar Intimidasi dan Caci Maki

Sederet rudal mendarat di sejumlah kota di Ukraina. Militer Rusia juga mengeklaim sudah menguasai fasilitas nuklir Chernobly.

Bandara utama Ukraina juga menjadi sasaran rudal Rusia untuk mencegah aktivitas udara negara tersebut. Ribuan warga Kiev berlarian mencari tempat perlindungan. Jalan-jalan di kota juga macet total setelah ribuan kendaraan mencoba keluar dari kota. Mereka bahkan berusaha meninggalkan Ukraina demi mencari selamat.

Sejumlah stasiun kereta bawah tanah Ukraina berubah fungsi menjadi bunker perlindungan warga yang ketakutan melihat sejumlah gedung hancur dihantam rudal.

Tinggalkan Komentar