Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Presiden Ukraina Tolak Usulan Penyerahan Wilayah untuk Akhiri Perang dengan Rusia

Jumat, 27 Mei 2022 - 15:02 WIB
Ukraina Perang
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (foto: AFP)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak mentah-mentah usulan untuk menyerahkan wilayah dan membuat konsesi untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Zelenskyy mengibaratkan usulan itu sebagai upaya untuk berdamai dengan Nazi Jerman seperti yang terjadi pada 1938.

Komentar-komentar murka Zelenskyy dan seorang pejabat seniornya muncul saat pasukan Ukraina menghadapi serangan baru di dua wilayah timur yang sebagian dikuasai oleh separatis berbahasa Rusia pada 2014.

New York Times mengatakan pada 19 Mei bahwa perdamaian yang dirundingkan mungkin mengharuskan Ukraina untuk membuat beberapa keputusan sulit, mengingat bahwa kemenangan militer yang menentukan tidak realistis.

Dan mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger pekan ini menyarankan di World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss, bahwa Ukraina harus membiarkan Rusia mempertahankan Krimea, yang dicaplok pada 2014.

“Apa pun yang dilakukan negara Rusia, Anda akan selalu menemukan seseorang yang mengatakan ‘Mari kita pertimbangkan kepentingannya’,” kata Zelenskiy dalam pidatonya.

Baca juga
Palang Merah Dunia Galang Dana untuk Ukraina

“Anda mendapat kesan bahwa Kissinger tidak memiliki tahun 2022 di kalendernya, tetapi tahun 1938, dan bahwa dia pikir dia sedang berbicara dengan audiens bukan di Davos tapi di Munich saat itu.”

Pada 1938, Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman menandatangani perjanjian di Munich yang memberi diktator Nazi Adolf Hitler tanah di Cekoslowakia saat itu sebagai bagian dari upaya yang gagal untuk membujuknya meninggalkan ekspansi teritorial lebih lanjut.

“Mungkin New York Times juga menulis hal serupa pada 1938. Tapi saya ingatkan, sekarang sudah 2022,” kata Zelenskyy.

“Mereka yang menyarankan Ukraina untuk memberikan sesuatu kepada Rusia, ‘tokoh-tokoh geopolitik hebat’ ini, tidak pernah melihat rakyat kecil, rakyat kecil Ukraina, jutaan orang yang tinggal di wilayah yang mereka usulkan untuk ditukar dengan perdamaian khayali.”

Baca juga
Ratusan Tentara Menyerah, Rusia Kini Kuasai Pesisir Timur dan Selatan Ukraina

Italia dan Hongaria telah mendesak Uni Eropa untuk menyerukan secara eksplisit gencatan senjata di Ukraina dan pembicaraan damai dengan Rusia, yang menempatkan dua negara itu bertentangan dengan negara-negara anggota EU lain yang bertekad untuk mengambil garis keras melawan Moskow.

Sebelumnya, dalam kritik penuh amarah, penasihat Zelenskyy, Oleksiy Arestovych mengatakan beberapa negara Eropa jelas ingin Ukraina membuat konsesi kepada Putin.

“Tidak ada yang akan memperdagangkan satu gram kedaulatan kami atau satu milimeter wilayah kami,” katanya dalam pernyataan video yang diunggah secara daring.

“Anak-anak kami sekarat, tentara hancur oleh mortir, dan mereka menyuruh kami mengorbankan wilayah. Sesat. Itu tidak akan pernah terjadi.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, sebelumnya mengatakan rencana perdamaian Italia untuk Ukraina adalah ‘fantasi’.

“Anda tidak dapat memasok Ukraina dengan senjata dengan satu tangan dan membuat rencana untuk penyelesaian situasi secara damai dengan tangan yang lain,” kata Zakharova pada pengarahan mingguannya, mengacu pada inisiatif Italia.

Baca juga
Google Blokir Media Rusia dari Penghasilan Iklan

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio memberikan garis besar rencana tersebut pekan lalu. Kremlin mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya belum melihat inisiatif tersebut tapi berharap untuk menerimanya melalui saluran diplomatik.

Zakharova mengatakan tentang proposal yang dilaporkan itu, “Jika mereka berharap bahwa Federasi Rusia akan memanfaatkan rencana apa pun dari Barat, maka mereka belum banyak mengerti.”

Tinggalkan Komentar