Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Presidensi G20, Jokowi Undang Para Pemimpin Dunia ke Bali pada 2022

Senin, 01 Nov 2021 - 05:38 WIB
Presidensi G20, Jokowi Undang Para Pemimpin Dunia ke Bali pada 2022 - inilah.com
(dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo menerima secara simbolis estafet keketuaan Kelompok 20 (G20) pada Minggu (31/10/2021), di Roma, Italia, sehingga Indonesia untuk pertama kalinya akan menjadi ketua G20 yang merupakan forum global beranggotakan negara-negara penyumbang 80 persen produk domestik bruto (PDB) dunia.

Presiden Jokowi juga secara langsung mengundang para pemimpin dunia untuk melanjutkan diskusi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia yang rencananya digelar di Bali pada 30-31 Oktober 2022.

“Kami akan menjamu Yang Mulia dan Bapak, Ibu, di ruang terbuka, di hamparan pantai Bali yang indah, yang menginspirasi gagasan-gagasan inovatif untuk produktivitas G20 ke depan. Sampai bertemu di Indonesia. Terima kasih,” kata Presiden Jokowi sebagaimana keterangan dari Biro Pers Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin (1/11/2021) dini hari.

Baca juga
Impian Besar Jokowi Selama Menjadi Presiden Diwujudkan Erick Thohir

Pada sesi penutupan KTT G20 Roma, Italia, Minggu waktu setempat, Perdana Menteri Italia Mario Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Jokowi. Kemudian, Presiden Jokowi mengetukkan palu. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengapresiasi Italia yang telah berhasil memegang keketuaan G20 pada 2021.

“Saya sampaikan selamat kepada Italia yang telah sukses menjalankan presidensi G20 di tahun 2021. Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan presidensi G20 di tahun 2022,” kata Presiden Jokowi.

Dia menjelaskan bahwa keketuaan Indonesia dalam G20 akan mendorong upaya bersama bagi pemulihan ekonomi dunia dengan tema besar Recover Together, Recover Stronger. Pertumbuhan yang inklusif, people-centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan, menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia dalam G20.

Baca juga
Pertalite tak Jadi Naik, Jokowi: Tahan Sampai Kapan?

“Upaya tersebut harus dilakukan dengan cara luar biasa, terutama melalui kolaborasi dunia yang lebih kokoh, dan inovasi yang tiada henti. G-20 harus menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi ini. Hal ini yang harus terus kita perdalam pada pertemuan-pertemuan kita ke depan,” kata Jokowi.

Tinggalkan Komentar

×