Kamis, 07 Juli 2022
08 Dzul Hijjah 1443

Presisi Dinilai Tak Berjalan, Masih Ada Tebang Pilih

Selasa, 26 Okt 2021 - 23:08 WIB
Penulis : Willi Nafie
Presisi Dinilai Tak Berjalan, Masih Ada Tebang Pilih - inilah.com
Foto istimewa

Slogan Presisi Polri dicanangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikritisi publik. Sebab, hingga saat ini masih banyak terjadi kekerasan dialami masyarakat ketika berurusan dengan Polisi.

Seperti halnya kasus smackdown yang dialami mahasiswa ketika sedang menggelar aksi unjukrasa di Tangerang, Banten.

“Budget polri meningkat setiap tahun, tapi Komisi III DPR sebagai pengawas tidak ada pengaruhnya apapun. Problem di Polri tidak hanya struktural tapi juga kultural,” kata Erwin Natosmal Oemar, Co-cordinator PILNET dalam diskusi daring bertema “Menguji Presisi untuk Internal Polri” yang digelar Lingkar Diskusi Indonesia”, Selasa (26/10/2021).

Sementara itu Peneliti Senior ISSES, Khairul Fahmi mengatakan, saat ini layanan Polri yang diberikan kepada masyarakat tidak kunjung membaik. Ada realitas di masyarakat bahwa polisi tampak lebih responsif ketika masalah mencuat di media sosial yang diperkuat oleh media pers. 

“Jadi masyarakat sudah menemukan saluran pengaduan yaitu medsos. Hanya saja ini menjadi kelemahan karena publik tidak mempunyai verifikasi. Sehingga polisi bisa saja dihakimi oleh masyarakat yang mempunyai fakta yang sebenarnya,” tuturnya. 

Sementara itu, Aktivis Kontras Arif Nur Fikri meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan penegakan hukum terhadap anggota polisi yang berbuat diluar kewenangan seperti yang diatur dalam UU Polri. 

Sebab mengutip catatan Kontras 2020 – 2021 setidaknya mencatat 661 peristiwa kekerasan anggota Polri terhadap masyarakat. Sementara dalam konteks kekerasan yang dicatat Kontras 2020-2021.

“Kita melihat setidaknya ada 36 peristiwa kasus penyiksaan dalam konteks penyidikan. Artinya proses penegakan hukum di internal Polri belum berjalan optimal,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar

×