Prihatin Kondisi Tenis Meja Tanah Air, Turnamen Super Seri 2021 Digelar

Prihatin Kondisi Tenis Meja Tanah Air, Turnamen Super Seri 2021 Digelar - inilah.com
Foto Istimewa

Dualisme kepemimpinan pengusur Tenis Meja Nasional membuat dunia tenis meja tanah air suram. Tak diikutsertakan dalam PON XX Papua, ratusan atlet tenis meja kini tak jelas nasibnya.

Melihat kondisi tersebut, Ustaz Adi Hidayat (UAH) bersama Mumtaz Raiz Foundation berinisiatif menggelar kompetisi tenis meja tingkat nasional.

“Untuk kesejahteraan hidup (atlet). Jadi kan jadi kan sumber-sumber kehidupan itu ada 41 adalah dari klub-klub biasanya ada kontrak,” kata Yon Mardiyono, Ketua Panitia Turnamen UAH Super Series 2021 kepada Inilah.com, Minggu (17/10).

Yon yang juga atlet tenis meja nasional tersebut berharap dengan kompetisi ini, dunia tenis meja tanah air tetap bergairah di tengah dualisme kepemimpinan.

Baca juga  PON XX Papua, Erick Thohir: BUMN Terbuka Lebar bagi Atlet Berprestasi

Soal dualisme kepemimpinan, Yon berharap pemerintah segera turun tangan menyudahi konflik.

Yon melihat, kondisi ini berimbas langsung tidak hanya kepada atlet tenis meja, tapi juga penggemar tenis meja tanah air yang tidak bisa menyaksikan olahraga favoritnya di ajang PON XX Papua yang baru saja berakhir.

“Maksud saya lebih baik dibekukan dengan alasan kenapa alasan yang kuat adalah kedua-duanya tidak ada prestasi tapi dua-duanya baik alami maupun tidak pernah memberikan sebuah prestasi,” ungkapnya.

Ajang Tenis Meja Indonesia ini, diharap juga bisa menjaga bibit-bibit unggul tenis meja nasional.

“Mudah-mudahan Harapan Kita semangat atlet, semangat olahraga, dan semangat tenis meja bisa terus dibina dan diteruskan demi kepentingan nasional,” tandasnya.

Baca juga  45 Atlet-Ofisial PON XX Papua Positif Covid-19

Tinggalkan Komentar