Produk Tembakau Alternatif 50 Persen Efektif Kurangi Kecanduan Nikotin

Produk Tembakau Alternatif 50 Persen Efektif Kurangi Kecanduan Nikotin - inilah.com
(ist)

Penggunaan produk tembakau alternatif dinilai 50 persen lebih efektif dalam mengurangi ketergantungan pada rokok konvensional ketimbang melakukan terapi pengganti nikotin, demikian menurut studi University of Queensland, Australia.

Sementara riset lain yang dilakukan University College London, Inggris, menemukan bahwa penggunaan produk alternatif bisa membantu sekitar 50.000 perokok setiap tahunnya untuk meninggalkan kebiasaan menghisap tembakau.

“Saya pikir adil untuk mengatakan bahwa menggunakan produk tembakau alternatif yang memenuhi standar konsumen saat ini adalah jauh lebih tidak berbahaya daripada merokok. Perokok yang mencoba berhenti dapat mencoba produk ini,” kata Profesor Emeritus Toksikologi Imperial College London, Alan Boobis, seperti dilansir CBS, Minggu (7/11/2021).

Baca juga  Tarif Cukai untuk Produk Vape Dinilai Masih Ada Ketimpangan

Oleh karena itu, perokok yang berniat untuk mengurangi atau berhenti bisa menggunakan produk alternatif, misalnya vape, yang sudah mendapatkan lisensi dari otoritas kesehatan di tiap-tiap negara.

Pasangan suami-istri asal Australia, Dylan dan Tash Barlow, kepada laman ABC Australia menyatakan bahwa mereka akhirnya terlepas dari kecanduan rokok setelah keduanya menggunakan produk alternatif.

“Begitu menggunakan vape, saya tidak membutuhkan rokok lagi. Kami masih memperoleh nikotin dan secara bertahap dapat menguranginya juga,” kata Tash.

Sebelum beralih ke produk tembakau alternatif, dia mengaku telah mencoba berbagai cara untuk berhenti merokok, semisal mengunyah permen maupun berolahraga. Namun, hasrat merokok tetap ada sehingga ia gagal berhenti.

Baca juga  Kenali Tiga Konsep Kurangi Risiko Penyakit

Ketika ia menggunakan produk alternatif, kebutuhan untuk mendapatkan nikotin tetap terpenuhi, namun lebih rendah risiko ketimbang menggunakan rokok konvensional yang dibakar dan menghasilkan residu asap sebagai penyebab kanker.

Tinggalkan Komentar