Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Profil Arief Rosyid, Komisaris Independen BSI yang Dipecat DMI

Arief Rosyid dipecat DMI komisaris BSI- inilah.com
Komisaris BSI Arief Rosyid dipecat DMI karena palsukan surat - Facebook

Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid dipecat dari jabatannya. Arief dipecat karena diketahui karena memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen Imam Addaruqutni.

Arief Rosyid saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen di Bank Syariah Indonesia (BSI). Sebelum berkiprah di organisasi masyarakat, Arief memang berlatar belakang aktivis. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar HMI tahun 2013-2015.

Selain aktivis Arief Rosyid diketahui berlatar belakang dokter. Dilansir dari laman resminya ariefrosyid.id, Arief merupakan sarjana dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin Makassar angkatan 2004. Arief juga memiliki gelar master Kesehatan Masyarakat (MKM) dari Universitas Indonesia.

Baca juga
Max Biaggi Sandang Gelar Legenda MotoGP

Di DMI sendiri, Arief Rosyid dipercaya menjadi Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda DMI sejak tahun 2018.

Arief juga masuk tim perumus RUU Kewirausahaan Nasional untuk mendorong kebijakan pro kewirausahaan bersama Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia.

Arief Rosyid juga diketahui mendirikan sejumlah program seperti Merial Institute, Aktivis Milenial, hingga Suropati Syndicate.

Dibalik semua kisah suksesnya, Arief Rosyid kini tersandung masalah serius. Ia berani memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla.

Dalam rapat pleno DMI yang dipimpin JK, Arief Rosyid terbukti memalsukan tanda tangan dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Baca juga
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, berisi undangan kepada Wapres untuk menghadiri Festival Ramadan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatannya, berupa Pameran UMKM, Kuliner Halal, Buka Puasa Bersama, dan Berbagai Kegiatan selama sebulan penuh Ramadan.

Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa Festival Ramadan sendiri merupakan program Kolaborasi antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Indonesia (BI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Masjid ISTIQLAL.

Dalam surat yang berisi tanda tangan palsu Ketum dan Sekjen DMI tersebut, rencananya akan digelar Festival Ramadan pada, Senin, (4/4/2022). Kegiatan itu akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pukul 15:30-17:30 WIB.

Baca juga
DPR Minta Menlu Tolak Promosi LGBT di Indonesia

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa rencana Festival Ramadan dan Peresmian Badan Usaha Milik Masjid yang merupakan kelanjutan dari bagian Program EMAS (Ekonomi Masjid) di ISEF 2021.

Tinggalkan Komentar