Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Profil Ghozali Everyday yang Berhasil Jual NFT Foto Selfie Bernilai Rp13,3 Miliar

Kamis, 13 Jan 2022 - 11:14 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Ghozali NFT - inilah.com
Laman OpenSea NFT koleksi foto selfie Ghozali Everyday. (Sumber: OpenSea)

Baru baru ini pria asal Indonesia bernama Ghozali viral di media sosial. Ia menjual foto selfie dalam bentuk NFT (non-fungible token) di OpenSea.

Dari akun OpenSea miliknya dengan nama Ghozali Everyday, terdapat 933 NFT yang semuanya merupakan foto selfie dirinya.

Ghozali memilih untuk menjual foto selfie dirinya selama lima tahun terakhir, dari 2017 hingga 2021, sebagai produk NFT.

“Saya mengambil foto diri saya sejak berusia 18 hingga 22 tahun (2017-2021). Itu benar-benar gambar saya berdiri di depan komputer hari demi hari,” tulis Ghozali di akunnya.

Satu foto selfie Ghozali dihargai dengan harga terendah yaitu 0,13 Ethereum (ETH) atau sekitar Rp 6 juta hingga 0,7 Ethereum atau sekitar Rp 31 juta.

Trade Ghozali Everyday sudah bernilai 284 Ethereum atau sekitar Rp 13,34 miliar.

Ghozali sendiri merupakan salah seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro berumur 22 tahun asal Semarang. Dirinya diketahui sudah mengumpulkan foto selfie sekaligus menjualnya dalam bentuk NFT mulai tahun 2017 hingga saat ini.

Baca juga
Ledakan di Pandeglang Berasal dari Bahan Bom Ikan

Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya

NFT adalah singkatan dari non-fungible token atau token yang tak dapat dipertukarkan. Sifatnya yang unik membuat NFT tak memiliki kembaran yang sama persis di dunia.

Ibaratnya koleksi langka yang hanya ada satu di dunia. Koleksi itu tak bisa ditukarkan dengan hal identik dengan nilai yang sama, seperti uang.

NFT berupa bentuk “seni” digital seperti gambar, foto selfie seperti Ghozali Everyday, musik, atau hal digital lain.

Ingat cuitan pertama pendiri Twitter Jack Dorsey yang terjual senilai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp41 miliar sebagai NFT?

Mayoritas NFT adalah bagian dari basis data terdistribusi (blockchain) yang menopang mata uang kripto ETH.

Dalam penjelasan sederhana, NFT merupakan token digital, tidak dapat dipertukarkan namun dapat diperjualbelikan.

Baca juga
Anies: Alhamdulillah Janji Tuntas Tanpa Drama

Aset Digital

Hal ini yang membuat NFT cocok digunakan dalam transaksi karya seni digital oleh konsumen biasa maupun kolektor atau disebut sebagai crypto art yang ditunjang oleh Ethereum sebagai platform pendukungnya.

Dalam hal ini, NFT berfungsi sebagai alat verifikasi karya digital untuk transaksi crypto art. Hal ini yang membuat karya yang diperjualbelikan diperlakukan layaknya karya seni berformat fisik.

NFT mengubah aset digital dan jenis barang koleksi lainnya menjadi satu-satunya, sehingga karya seni tersebut bisa diverifikasi keasliannya dan mudah diperdagangkan melalui blockchain.

Artinya, transaksi jual beli aset digital melalui NFT menggunakan mata uang kripto (cryptocurrency), yang pada akhirnya tetap bisa dikonversi menjadi mata uang konvensional.

Setiap karya seni hanya ada satu NFT dan hal itu ditunjukkan lewat kode identitas unik. Dengan cara kerja seperti itu, NFT bisa difungsikan sebagai penanda orisinalitas dari sebuah karya.

Baca juga
Harvey Malaiholo, Anggota DPR yang Terciduk Nonton Video Porno

Jika dilihat pada fungsinya, NFT bisa memiliki ragam project dan asset. Pada industri gaming, terdapat NFT yang diluncurkan khusus game, seperti Axie Infinity, dan lain-lain.

Sementara untuk hal kepemilikan, NFT bisa menjadi wadah untuk mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama di sebuah komunitas.

Nilai plus pada NFT juga bisa terlihat bagaimana asset ini mampu menjadi jembatan teknologi dengan dunia nyata. Sebab NFT bisa menjadi semakin popular dan bernilai sehingga bisa semakin cepat diterima oleh masyarakat umum.

Tinggalkan Komentar