Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Program Cetak Sawah Libatkan TNI Dinilai Gagal

Rabu, 27 Okt 2021 - 20:39 WIB
Penulis : Willi Nafie
Program Cetak Sawah Libatkan TNI Dinilai Gagal   - inilah.com
foto istimewa

Koordinator Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman menyoroti Program Cetak Sawah yang dilakukan Kementerian Pertanian dengan melibatkan TNI AD, melalui Kodam dan jajarannya lantaran gagal alias tidak berjalan.

Menurut Jajang, pada dasarnya prajurit TNI AD disiapkan untuk berperang. Selain itu studi kelayakan
yang tidak mendalam dan tidak terukur juga menjadi bagian dari gagalnyab program cetak sawah.

“Karena (bertani) memang bukan bagiannya. Selain itu terlihat tidak ada semacam pembinaan dan penyuluhan semacamnya sebagai bekal bagi TNI AD yang terlibat dalam Program Cetak Sawah,” kata Jajang, Rabu (27/10/2021).

Jajang menilai, pemerintah dalam menjalankan program lumbung pangan masih banyak kelemahan. Contohnya Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang seharusnya menjadi acuan dasar penyusunan rencana kebijakan dalam praktiknya hanya jadi alat penguat dalam pembukaan lahan. Seperti yang terjadi di Gunung Mas Kalimantan Tengah untuk komoditas singkong, 700 hektar dibuka tanpa adanya Amdal.

Baca juga
Sejumlah Perusahaan Top Dunia Gagal Penuhi Target Atasi Perubahan Iklim

“Ditambah keterlibatan TNI AD yang pada dasarnya tidak paham soal pertanian, program ini menjadi semakin salah kaprah,” tandasnya.

Menurut Jajang pemerintah terkesan tidak mau belajar dari kesalahan sebelumnya, misalnya dalam program cetak sawah yang juga melibatkan militer, yang mengakibatkan kerugian negara.

“Terkait program lumbung pangan, kami  meminta Presiden Joko Widodo segera mengevaluasi kembali, khususnya keterlibatan militer,” tegasnya.
 
Jajang menambahkan, seharusnya yang dilibatkan penuh adalah masyarakat sipil, khususnya kalangan profesional dan petani.

“Soal lahan pertanian harus dilakukan adalah membantu para petani yang bermasalah dengan alat produksi dan menyelesaikan persoalan ketimpangan lahan, bukan malah memperluas lahan dengan militer,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar