Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Program PATEN Milik KIB Diapresiasi dan Diharapkan Lebih Membumi

Kamis, 18 Agu 2022 - 19:02 WIB
Kib Daftar Kpu - inilah.com
Tiga Ketua Umum Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mendaftar ke KPU sebagai peserta Pemilu 2024 - (Foto: Agus Priatna)

Partai Golkar, PAN dan PPP yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) meluncurkan Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN) dalam menghadapi Pemilu 2024.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo mengungkapkan apresiasi terhadap visi-misi tersebut.

“Gagasan itu bagus memang. Saya lihat yang diundang para akademisi, rektor, pengusaha, tapi kan yang memilih masyarakat akar rumput yang pemikirannya tidak sampai pada globalisasi, inflasi, mereka tidak mengerti,” kata Suko Widodo, Kamis (18/7/2022).

“Kelemahan politik kita, parpol kita adalah membumikan gagasan. Maka gagasan itu baru bisa menang ketika dibumikan. Bagaimana gagasan itu bekerja di grass root,” tambahnya.

Gagasan PATEN yang bagus, sambungnya, belum diturunkan menjadi program yang bisa dipahami dengan mudah oleh masyarakat.

“Itu yang menurut saya bagaimana gagasan itu dibumikan dengan bagus dengan bahasa sederhana dan sebagainya,” ungkapnya.

Widodo menekankan pentingnya penterjemahan dan penyampaian gagasan besar dengan cara yang mampu meyakinkan konstituen. Sebab saat ini, masyarakat tengah dilanda krisis kepercayaan terhadap partai politik.

Baca juga
Menelisik Pesan Jokowi di HUT Golkar, Pengamat: Efek Merasa Ditinggal Partai Pendukung

“Yang penting bagi parpol, bagaimana gagasan itu diyakinkan kepada masyarakat banyak. Sekarang repotnya, masyarakat sedang krisis kepercayaan, sehingga tidak cukup mudah untuk meyakinkan masyarakat,” tambahnya.

Oleh sebab itu, sangat disarankan agar parpol mengubah caya politik lama menjadi gaya politik baru untuk bisa meyakinkan massa. Bagaimanapun, pemilih pada Pemilu 2024 diperkirakan akan didominasi oleh banyak pemilih milenial yang akrab dunia maya. Mereka terbiasa untuk mencari segala sesuatu melalui internet, termasuk rekam jejak suatu partai.

“Jadi ada apatisme anak muda, orang tua, (ada) distrust ketidakpercayaan, padahal pemilihnya sebagian besar golongan Z dan Y, golongan millenial. Mereka kan butuh bukti dan mereka bisa searching (mencari) bukti-bukti. Jadi parpol menurut saya harus berubah orientasi kampanyenya, strategi komunikasi politiknya. Harus berubah dari cara-cara lama. Mestinya harus dicarikan bahasa yang tepat, simpel, dan yang menyampaikan juga mendapat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga
Kumpulkan Relawan, Jokowi Ingatkan Ojo Kesusu Soal Capres hingga Lima Kali

Sebelumnya, KIB bertekad membawa Indonesia yang saat ini berada di negara berpenghasilan menengah atas menjadi negara yang maju berpendapatan tinggi pada 2035.

“Pada penyampaian visi dan misi ini, sengaja kita melaunching program ke depan, yaitu Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN),” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Program PATEN mengakselerasi transformasi ekonomi nasional untuk mencapai kesejahteraan menyambut bonus demografi pada 2025-2035.

“Dimana 2025-2035 bonus demografi kita ini 191 juta penduduk, kita harus mengatur ekonomi agar kita mencapai kesejahteraan dari sekarang income perkapita kita 4.000 (dolar AS per tahun) jadi 12 ribu (dolar AS per tahun,” jelas Airlangga.

Sementara itu, Pengamat Politik Hendri Satrio, mengatakan Program PATEN ini bisa dilakukan sekarang. “Sekarang saat semua Ketua Umum jadi Menteri, bisa tidak melaksanakan program PATEN ? jawab saja itu dulu sekarang, ngapain nunggu sampai 2024,” ujarnya.

Baca juga
Serius Usul Tunda Pemilu 2024, Cak Imin Tunggu Dipanggil Megawati

Digawangi tiga Menteri kabinet, kata Hendri, KIB merupakan koalisi baku yang solid. Mereka mendaftar bersama sebagai partai peserta pemilu ke KPU, tengah membuat visi dan misi, dan mengeluarkan konsep Program PATEN. Namun memang satu yang belum dilakukan KIB, yaitu memilih Capres dan Cawapres.

“Menurut saya komunikasi politiknya harus bisa dijalankan, kalau Golkar mau drive ada bagusnya. Malah bagus kalau Capresnya itu Airlangga,” tandas Hendri Satrio.

Tinggalkan Komentar