Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Prospek Kenaikan Suku Bunga Fed Masih Jadi ‘Momok’ bagi Rupiah

Rabu, 23 Nov 2022 - 10:43 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Karyawan money changer di Jakarta, pamerkan mata uang rupiah dan dolar AS, Jumat (25/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Pelaku pasar masih mencermati prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve. Imbasnya, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (23/11/2022) pagi, melemah.

Rupiah pagi ini melemah 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp15.701 per dolar AS ketimbang posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.697 per dolar AS.

“Investor mencoba mengukur prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS di masa depan setelah Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menegaskan pada hari Selasa bahwa menurunkan inflasi masih penting untuk bank sentral, sehari setelah dia mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil di bulan Desember,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Baca juga
Minyak Goreng Picu Inflasi April Capai 0,95 Persen

Sebelumnya, Loretta mengatakan bank sentral dapat menurunkan kenaikan suku bunga ke yang lebih kecil mulai bulan depan.

Sementara itu, Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan dampak riil dunia dari kenaikan suku bunga kemungkinan lebih besar dari target suku bunga jangka pendeknya.

Pelaku pasar pun terus menilai ulang ekspektasi seberapa tinggi The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga ketika berupaya menurunkan inflasi dari mendekati level tertinggi dalam 40 tahun.

Presiden Fed St. Louis James Bullard beberapa waktu lalu mengatakan bahwa zona suku bunga acuan yang sesuai adalah di antara 5-7 persen, lebih tinggi dari antisipasi pasar.

Baca juga
Sri Mulyani Nilai Langkah The Fed Akan Memengaruhi Ekonomi Dunia

Sedangkan Presiden Fed Minnesota Neil Kashkari mengatakan bahwa data satu bulan tidak dapat meyakinkan The Fed secara berlebihan, karena bank sentral harus terus menjalankan kebijakannya sampai mereka yakin bahwa inflasi telah berhenti naik.

Saat ini, pelaku pasar cenderung wait and see rilis risalah pertemuan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Rupiah pada Selasa (22/11/2022) lalu berakhir menguat 16 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp15.697 per dolar AS ketimbang posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.713 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar