Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Yang Tidak Cepat Rampungnya

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Yang Tidak Cepat Rampungnya - inilah.com

Belum kelihatan wujudnya, proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung, malah terganjal banyak masalah. Salah satu yang terbaru, dana proyek membengkak lagi US$1,9 miliar.

Sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan, biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung membengkak US$1,9 miliar atau setara Rp27 triliun (kurs Rp14.300/US$). Sehingga, dana yang diperlukan meningkat, dari US$6,07 miliar, atau Rp85 triliun, menjadi US$7,97 miliar atau Rp113 triliun.

Atas kenaikan ini, Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI), Salusra Wijaya menjelaskan, pembengkakan biaya proyek diperkirakan mencapai US$3,8 miliar-US$4,9 miliar.

Kebutuhan penambahan biaya proyek paling banyak terjadi pada biaya konstruksi sekitar US$600 juta, hingga US$1,25 miliar dan pembebasan lahan sebesar US$300 juta.

“Ini memang tough sekali, karena jalurnya banyak dan luas. Masalah lahan juga melewati daerah komersial, bahkan ada kawasan industri yang direlokasi dan ini costly sekali untuk penggantiannya,” kata Salusra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, awal bulan ini.

Baca juga  Demokrat Minta Proyek Kereta Cepat Diaudit Menyeluruh

Atas kisruh ini, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menilai, jika PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjadi pemimpin dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, sebagai pilihan yang rasional.

Eko menyampaikan, kalau memang terdapat penambahan modal untuk KAI dalam kepemilikan saham konsorsium BUMN dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, kemungkinan KAI akan menjadi pemimpin atau leader dalam proyek tersebut.

“Menurut saya sebuah pilihan rasional jika PT KAI yang menjadi pemimpin proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal ini dikarenakan PT KAI sangat berpengalaman dalam memahami proses bisnis perkeretaapian,” kata Eko, dikutip dari Antara, Selasa (14/9/2021).

Baca juga  Mobil Land Cruiser Terbakar di Tol Cawang-Priok

Eko melihat, ada hal lain yang diharapkan dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yakni pengembangan kota dan daerah baru di sepanjang jalur kereta tersebut, selain tentunya kereta cepat itu juga dapat mempermudah mobilitas.

Harapan lainnya yakni berasal dari pemerintah yang menginginkan adanya transfer teknologi dan pengetahuan mengenai kereta cepat kepada tenaga kerja dan masyarakat Indonesia.

PT KAI sebagai BUMN memiliki pengalaman dalam menghidupkan dan mengembangkan dinamika perekonomian daerah-daerah yang dilalui oleh jalur kereta, seperti terlihat pada dinamika ekonomi daerah yang berkembang di sekitar rute dan stasiun kereta komuter atau KRL sebelum pandemi COVID-19.

“Memang pada kenyataannya KAI berhasil membangkitkan dan mengembangkan perekonomian daerah-daerah yang dilalui rute kereta komuter Jabodetabek secara cepat,” ujar Eko.

Baca juga  Bolak-balik Kereta Cepat, Ada Apa Dengan Proyek Ini?

Dengan demikian, lanjut dia, peran PT KAI jika menjadi pemimpin proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini akan lebih terlihat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa proses pengerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 73 persen dan moda transportasi mutakhir itu akan menjalani uji coba pada akhir 2022.

Presiden Jokowi mengharapkan, proyek strategis itu dapat terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti kereta cepat ringan (Light Rapid Train/LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT) di DKI Jakarta agar menciptakan efisiensi waktu dan jarak tempuh untuk meningkatkan daya saing kegiatan ekonomi.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sangat diharapkan Presiden Jokowi, tidak melupakan ihwal transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Tinggalkan Komentar