Selasa, 31 Januari 2023
09 Rajab 1444

PSG Pertimbangkan untuk Cabut dari Parc des Princes

Selasa, 29 Nov 2022 - 23:35 WIB
Parc Des Princes
Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), mempertimbangkan untuk meninggalkan Stadion Parc des Princes dan segera mencari markas baru. (foto: psg.fr)

Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi mengatakan bahwa klubnya kemungkinan akan meninggalkan Stadion Parc des Princes dan segera mencari markas baru.

Dalam sebuah wawancara kepada harian olahraga Spanyol, Marca, Al-Khelaifi mengatakan bahwa PSG ‘di bawah tekanan’ dari pemerintah Kota Paris untuk angkat kaki dari stadion yang telah mereka tempati sejak 1974.

“Kami tidak lagi diterima di Parc des Princes,” kata Al-Khelaifi, yang pekan lalu mengatakan kepada TalkSport bahwa klub raksasa Prancis itu sedang mempertimbangkan untuk menjual saham klub.

“Mereka (pemerintah kota) menekan kami untuk pergi. Mereka bermain-main dengan kami dan kami lelah,” kata pengusaha asal Qatar itu.

Baca juga
Timnas U-20 Siap Hadapi Moldova di Turki

“Saya suka Parc des Princes, ini adalah sejarah kami dan saya menghormatinya lebih dari segalanya. Bertahan selalu menjadi pilihan kami. Namun, saya rasa mereka tidak menginginkan kami.”

“Kami telah menginvestasikan 80 juta euro (sekitar Rp1,30 triliun) di stadion. Namun, itu bukan milik kami. Siapa yang akan setuju melakukan hal seperti itu?” lanjut dia.

Pekan lalu, Al-Khelaifi mengeluh kepada pers tentang penolakan dari pemerintah Kota Paris untuk menjual stadion berkapasitas 48.000 kursi itu kepada QSI (Qatar Sports Investments) yang merupakan pemilik PSG.

“Mereka (PSG) mengatakan: ‘kami akan menyuntikkan 500 juta atau 600 juta (euro) hanya jika kami adalah pemilik’,” kata kepala pembangunan perkotaan Paris Emmanuel Gregoire, pekan lalu.

Baca juga
Elegan! Hitam Pekat Jadi Pilihan Warna Jersey Ketiga Timnas Indonesia

“Bukan pilihan pertama kami untuk menjual Parc des Princes kepada mereka. Itu adalah warisan kota, warga Paris,” imbuh Gregoire.

Parc des Princes awalnya dibangun di barat daya kota, dekat dengan lapangan tenis Roland Garros, pada tahun 1897 dan merupakan markas bagi tim sepak bola dan rugby nasional hingga Stade de France dibangun untuk Piala Dunia 1998.

Tinggalkan Komentar