Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Puncak Peradaban Islam Akan Muncul di Indonesia, Pusatnya Jabar

Kamis, 01 Des 2022 - 23:10 WIB
uah inilah.com
Kajian AQSO di Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/12/2022) (foto tangkapan layar Adihidayatofficial)

“Puncak peradaban Islam akan muncul di Indonesia”. Kalimat tersebut muncul dalam sebuah kajian Alquran Sunnah Solution (AQSO) spesial yang digelar Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung, Jawa Barat pada Kamis (1/12/2022) malam.

Kajian ini merupakan rangkaian dari milad Pusdai Jabar ke-25 yang diisi oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH) bersama sejumlah tokoh di antaranya ustaz asal Sudan yang bergelar doktor, Aldhaw Awadh.

Dalam sambutannya, Aldhaw mengaku sangat kagum dengan masyarakat Indonesia. Karena sebagian besar memiliki karakteristik yang baik serta saling menyayangi. Sehingga ia menilai peradaban Islam akan muncul di Indonesia.

“Puncak peradaban (Islam) di akhir akan didapati di Indonesia. Terlihat dari karakteristik yang lembut, saling menyayangi, penuh dengan senyuman dan masyarakatnya semangat mencari ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Dirinya berharap itu bisa terwujud sehingga menjadi orang-orang yang mampu membangun peradaban di masa depan. “Menginspirasi untuk dunia,” tambahnya.

Baca juga
UAH Jamin 27 Kader Muhammadiyah Dapatkan Beasiswa ke Libya hingga S3

Menanggapi pernyataan itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rafani Akhyar pun langsung mengamini. Bahkan Jawa Barat menurutnya akan menjadi pusat peradaban tersebut.

“Prinsip kedamaian bisa hidup di Jawa Barat, peradaban Islam akan terbit dari Indonesia, dan Jawa Barat akan menjadi episentrumnya atau pusatnya,” jelasnya.

Ia menilai fenomena itu terlihat dari kedamaian yang terjadi di tanah Sunda itu hingga saat ini. Meski masyarakat Jawa Barat dinilai sangat kompleks, namun tidak ada konflik.

Ditambah lagi, lanjutnya, Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Sampai hari ini, tercatat 50 juta jiwa dan 94 persen di antaranya adalah Muslim.

“Itu yang harus kita rawat, kita jaga. Karena mayoritas muslim, kompleksitasnya juga sangat luar biasa,” tambahnya.

Baca juga
Mumtaz Raiz Foundation Dukung Turnamen Tenis Meja UAH Super Series 2021

Ustaz Adi Hidayat yang menjadi moderator sekaligus penerjemah dalam kajian itu mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan para tokoh. Dirinya pun mengajak kepada semua yang hadir untuk bersama-sama menyebarkan pesan kedamaian.

“Tidak ada yang keluar dari Masjid Pusdai ini kecuali membawa kedamaian, sepakat?” tegasnya yang langsung disambut jawaban, “Sepakat” dari para jemaah yang hadir.

Sementara itu Ketua Pusdai Jawa Barat, KH Adang Hambali mengapresiasi kegiatan tersebut. Sesuai dengan visi dan misi Jawa Barat yakni Juara Lahir dan Juara Bathin.

“Juara Bathinnya diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Kami sadar bahwa masjid ini di samping pusat ibadah, juga pusat pengembangan budaya atau peradaban Islam,” ucapnya.

Diketahui, UAH yang juga pendiri Quantum Akhyar Institute menggelar kegiatan bertajuk ‘Satu Hari Bersama Al-Qur’an’ di Masjid Pusdai Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat sejak 1-2 Desember 2022.

Baca juga
Muhammadiyah-UAH Berangkatkan 27 Kader Ulama Muda ke Libya

Kegiatan ini dihadiri para pengajar tahsin lokal hingga internasional di antaranya adalah Dr. Aldhaw Awadh, Dr. Abu Bakr Muhammad Abuswer, Dr. Muhammad Sa’ad, Dr. Osama Muhammad Syu’aibi dan Syaikh Muhammad Gamal.

Selain kajian, akan digelar juga coaching clinic menghafal Alquran cara cepat dan mudah yang diambil dari metode At-Taisir untuk menghafal efektif dan aplikatif dalam kehidupan anak-anak sampai dengan orang dewasa.

Tinggalkan Komentar