Punya Hutan Mangrove Terbesar di Dunia, Jokowi Beberkan Manfaatnya

Punya Hutan Mangrove Terbesar di Dunia, Jokowi Beberkan Manfaatnya - inilah.com
Presiden Jokowi Menanam Mangrove Bersama Warga, Jokowi Kebut Rehabilitasi Mangrove

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan ikut menanam mangrove saat melakukan kunjungan kerja ke Riau. Tanpa alas kaki, presiden ikut menanam Mangrove di Pantai Wisata Raja Kecik bersama anak-anak dan juga warga Bengkalis.

Sorenya, Jokowi kembali menanam mangrove di Pantai Setokok, Batam. Di bawah rintik hujan dan air pasang, Jokowi tetap serius menanam mangrove bersama warga sekitar.

Dari dua kegiatan tersebut, Jokowi menekankan pentingnya rehabilitasi mangrove. Ada sekitar 34 ribu hektare hutan mangrove yang tersebar di Indonesia yang jadi target rehabilitasi pemerintah.

“Hutan Mangrove dapat menyimpan karbon 4-5 kali lipat dari hutan tropis daratan sehingga akan berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon. Kegiatan ini meneguhkan komitmen kita terhadap perubahan iklim dunia,” kata Jokowi.

Baca juga  Sri Mulyani Jawab MPR: Anggaran Fokus Bantu Rakyat Miskin

Selain pentingnya peran hutan mangrove menghadapi perubahan iklim, Jokowi juga pamer luasnya hutan mangrove Indonesia yang jadi penyumbang 20% mangrove dunia.

“Indonesia ini memiliki hutan mangrove yang terluas di dunia 3,36 juta hektare. Itu kurang lebih 20% dari total hutan mangrove yang ada di dunia. Artinya kita memiliki sebuah kekuatan dalam potensi hutan mangrove,” kata Jokowi.

Sehingga Jokowi meminta agar hutan mangrove bisa dijaga, dirawat, hingga terus dilakukan rehabilitasi jika ada yang rusak. Sebab kata dia dengan adanya hutan mangrove dapat memiliki dampak yang baik, mulai dari memperbaiki ekosistem hingga mengurangi abrasi air laut.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan bahwa permasalahan dan ancaman terhadap ekosistem mangrove antara lain alih fungsi kawasan menjadi lahan pertanian, perkebunan, pemukiman, perikanan (tambak) dan infrastruktur lain. Selain itu juga illegal logging, pencemaran limbah, dan abrasi pantai akibat gelombang laut.

Baca juga  Pro Kontra Muncul Menyoal Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, Ada Apa?

“Kerusakan mangrove tercatat kurang lebih seluas 600.000 hektare dan ditargetkan untuk dilakukan upaya pemulihan dan rehabilitasi sampai dengan tahun 2024 melalui komitmen para pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah,” ucap Siti.

Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan guna meningkatkan daya dukung, produktivitas, dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan.

Luas Hutan mangrove dunia 16.530.000 Ha, dimana Indonesia memiliki 3.490.000 Ha atau 21% mangrove dunia. Saat ini, luas mangrove Indonesia mengalami penurunan luasan dimana data satu peta mangrove tercatat seluas 3.311.208, dimana 637.624 Ha (19,26%) dalam kondisi kritis (atau penutupan tajuk kurang dari 60%) sedangkan mangrove dalam kondisi baik seluas 2.673.548 (80,74%). Dari mangrove kritis tersebut, berdasarkan kewenangan dimana 460.210 ha (72,18%) berada dalam kawasan hutan dan 177.415 ha (27,82%) diluar kawasan hutan.

Baca juga  Kredivo: Bencana Pinjol Ilegal Terjadi Akibat Minim Literasi

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal serta K/L, CSR dan LSM bersama sama melakukan perbaikan ekosistem mangrove dengan pembagian daerah rehabilitasi dimana BRGM akan melakukan rehabilitasi di 483.194 Ha (75,78%), KLHK di 89.685 Ha (14,07%) dan KKP, K/L, CSR dan LSM di 64.745 Ha (10,15%).

Tinggalkan Komentar