Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Punya Kinerja Mengilap, Bank DKI Raih The Best Performance Bank

Jumat, 14 Okt 2022 - 22:36 WIB
Bank DKI raih predikat sebagai BPD terbaik beraset di atas Rp30 triliun.

Sepanjang kuartal II-2022, Bank DKI torehkan capaian positif, sehingga ditetapkan sebagai The Best Performance Bank kategori BPD dengan aset di atas Rp30 triliun.

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy mengapresiasi penghargaan The Best Performance Bank yang diraih Bank DKI. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras serta dukungan banyak pihak.

“Terima kasih dan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan kepada Bank DKI dari nasabah, pemangku kepentingan, maupun mitra kerja. Dukungan tersebut memberikan semangat bagi Bank DKI untuk terus tumbuh dan menghasilkan kinerja yang positif,” papar Fidri, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Penghargaan The Best Performance Bank diterima Fidri dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2022, Kamis (13/10/2022). Saat penerimaan, Fidri didampingi Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono.

Baca juga
Sejak Kepemimpinan Gubernur Anies, BUMD Maju Pesat

”Kami bersyukur, bahwa penghargaan atas kinerja Bank DKI ini menjadi hasil pencapaian upaya transformasi yang dilakukan perseroan sejak tahun 2021. Dalam hal ini, Bank DKI berada pada jalur yang tepat atas perubahan yang kami lakukan,” kata Fidri.

Berdasarkan laporan keuangan audited periode Juni 2022, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan laba 30,64 persen secara (yoy), menjadi Rp504,90 miliar. Dibandingkan kuartal II 2021 sebesar Rp386,47 miliar.

Indikator kinerja keuangan Bank DKI lainnya juga menunjukkan perbaikan. Sebut saja, total aset tumbuh 28,99 persen, dari Rp56,73 triliun pada kuartal II-2021 menjadi Rp73,17 triliun di kuartal II 2022. Melampaui pertumbuhan aset industri perbankan nasional yang bertengger di angka 9,54 persen.

Baca juga
Perkuat Layanan Pemprov, Bank DKI Kembangkan Digitalisasi Bank

Bank DKI juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,15 persen di kuartal II- 2022 menjadi Rp43,64 triliun dibanding kuartal II-2021 sebesar Rp36,32 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional pada kuartal II-2022 sebesar 10,66 persen.

Tinggalkan Komentar