Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Putin Turun Gunung Saksikan Latihan Militer Besar-besaran Rusia

Putin - inilah.com
Presiden Rusia Vladimir Putin - ist

Presiden Rusia, Vladimir Putin, akan mengawasi langsung latihan militer Sabtu (19/2/2022) besok.

Latihan militer Rusia ini digelar di tengah ketegangan antara negara-negara Barat dengan Rusia terkait Ukraina.

“Latihan pasukan penangkal strategis yang sudah direncanakan. Di mana rudal balistik dan jelajah akan diluncurkan,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan dilansir dari AFP, Jumat (18/2/2022).

Latihan yang akan disaksikan Putin ini akan melibatkan Angkatan Udara Rusia, unit dari distrik militer selatan, Armada Utara dan Laut Hitam.

Meskipun Rusia telah mengumumkan bahwa sebagian pasukannya telah ditarik mundur dan kembali ke pangkalan permanen mereka, negara-negara Barat menyatakan tidak ada pengurangan yang berarti dalam jumlah tentara yang dikerahkan.

Baca juga
Gerah dengan UEFA, Rusia Buka Opsi Merapat ke AFC

Bahkan para pejabat AS menuduh Rusia sebenarnya menambah jumlah tentaranya di sekitar perbatasan Ukraina.

Pekan ini, pasukan militer Ukraina dan kelompok pemberontak pro-Rusia yang berkonflik di Ukraina bagian timur saling melemparkan tuduhan terkait peningkatan aktivitas bersenjata di wilayah yang dikuasai separatis dan pasukan pemerintah.

Rusia Terancam dengan Keberadaan NATO

Sementara itu di Jakarta, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah melanggar janji. Ia menceritakan, setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, negara-negara Barat berjanji kepada Rusia untuk tidak memperluas NATO. Khususnya ke wilayah Eropa timur.

Baca juga
Facebook Larang Media Rusia Monetisasi Konten

“Kami percaya mereka, tetapi mereka tidak pernah memenuhi komitmen mereka. Antara 1999 hingga 2020 ada lima putaran ekspansi NATO. Bagaimana kami tidak merasa terancam?,” kata Vorobieva dilansir dari Antara.

Dia menambahkan Rusia juga sangat menentang dan khawatir tentang situasi di mana para anggota NATO membangun kekuatan militer di perbatasan-perbatasan Rusia.

“Kami sangat menentangnya karena NATO membawa infrastruktur militer mereka di dekat perbatasan Rusia,” ujarnya.

“Bukan Rusia yang membawa misilnya ke perbatasan Amerika Serikat. Kami tidak mencoba untuk menempatkan infrastruktur militer kami di dekat perbatasan Kanada atau Meksiko. Tetapi AS dan NATO yang mencoba membawa infrastruktur militer mereka ke perbatasan Rusia, dan tentu saja, kami mengkhawatirkan keamanan kami,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar