Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Putri Candrawathi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

Jumat, 19 Agu 2022 - 17:12 WIB
Putri Candrawathi tersangka - inilah.com
Putri Candrawathi Ferdy Sambo - (Foto: ist)

Tim khusus gabungan Polri turut menjerat istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan pasal pembunuhan berencana.

Sama seperti Ferdy Sambo, Putri Candrawathi juga dijerat pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan 56 KUHP.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, mengungkapkan, Putri telah tiga kali menjalani pemeriksaan Timsus Gabungan Polri.

“Tadi malam sampe pagi sudah dilakukan pemeriksaan, kita konfrontir, ibu PC sebagai tersangka. Kapan diperiksa? Sebenarnya dia tiga kali diperiksa, seyogyanya muncul surat sakit dari dokter yang meminta istirahat selama 7 hari,” kata Andi dalam Konferensi Pers di Mabes Polri, Jumat (19/8/2022).

Baca juga
Penindakan Korupsi Dinilai Bukan Prestasi KPK

Akhirnya penyidik melakukan gelar perkara tanpa kehadiran Putri. Meski demikian, penyidik dapat menghadirkan beberapa alat bukti yang diperoleh dari keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang sempat hilang dan kini telah ditemukan.

“Penyidik gelar perkara tanpa Pac, dua alat bukti, saksi dan CCTV Saguling atau di dekat TKP, selama ini menjadi pertanyaan publik, ini namanya barbuk tidak langsung dan ada petunjuk bahwa PC ada di lokasi Saguling hingga di Duren Tiga, dan diduga melakukan kegiatan bagian dari perencanaan pembunuhan berencana Brigadir yoshua,” jelasnya.

Dengan penetapan ini, Putri menjadi tersangka kelima selain Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR dan KM.

Baca juga
PPATK Bekukan 150 Rekening Terkait Binomo Senilai Rp361 Miliar

Sebagaimana diketahui, pasal 340 KUHP berbunyi: ‘Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun’.

Kemudian pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berbunyi: ‘Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 Tahun’.

Kemudian, Putri juga dijerat pasal 55 dan 66 yang ditengarai adanya persekongkolan jahat antara sejumlah pihak sekaligus turut serta membantu terjadinya tindak pidana.

Tinggalkan Komentar