Putri Kerajaan Arab Saudi Akhirnya Bebas dari Penjara

Putri Kerajaan Arab Saudi Akhirnya Bebas dari Penjara

Putri kerajaan Arab Saudi yakni Putri Basmah Binti Saud bin Abdulaziz Al Saud beserta putrinya akhirnya bebas dari penjara.

Hal ini terjadi setelah pihak berwenang Arab Saudi membebaskan Putri Basma setelah menjalani masa tahan selama tiga tahun.

“Pihak berwenang Arab Saudi telah membebaskan Putri Basmah Binti Saud bin Abdulaziz Al Saud beserta putrinya setelah mereka dipenjara selama tiga tahun tanpa dakwaan,” kata pengacara sang putri, Sabtu (8/1).

Putri Basmah menghilang pada Maret 2019 bersama putrinya yang sudah dewasa, Souhoud Al Sharif.

Basmah (57) adalah seorang pengusaha, aktivis hak asasi manusia, serta anggota keluarga kerajaan.

Baca juga  Erupsi Gunung Semeru, 22 Orang Masih Belum Ditemukan

“Kedua wanita telah bebas dari pemenjaraan sewenang-wenang dan sudah sampai di kediaman mereka di Jeddah pada Kamis 6 Januari 2022,” kata pengacaranya, Henri Estramant.

“Sang putri dalam keadaan baik dan akan memeriksakan kesehatan,” kata Estraman.

“Beliau terlihat sangat lelah tapi semangatnya bagus, dan bersyukur bisa berkumpul kembali bertatap muka dengan putra-putranya,” katanya, menambahkan.

Kantor media pemerintah Saudi belum menanggapi permintaan komentar. Pemerintah tidak pernah secara terbuka mengeluarkan komentar soal kasus tersebut.

Putri Kerajaan Arab Saudi Sempat jadi Tahanan Kota

Pada 2020, Putri Basmah mengatakan di saluran media sosial miliknya bahwa ia sudah lebih dari satu tahun menjalani tahanan kota di Ibu Kota Riyadh. Padahal dia dalam kondisi sedang sakit.

Baca juga  Jalur Pariwisata Bali Dibuka, Banyuwangi Genjot Vaksinasi COVID-19

Basmah sebetulnya akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani perawatan namun ia kemudian pihak setempat menangkapnya pada akhir Februari 2019.

Setelah menjalani penahan, ia baru tahu bawa penahanannya ini terkait tuduhan upaya memalsukan paspor.

Pihak berwenang kemudian mencabut dakwaan terhadap Basmah. Namun sang putri masih menjalani penahanan bersama putrinya yang saat itu berada bersamanya.

Putri Basmah dalam unggahannya di media sosial menceritakan bahwa ia menjalani tahanan di penjara Al-Hair.

Reuters juga bisa memastikan apakah penahanan terhadap Basmah itu terkait dengan penahan yang terjadi kepada sejumlah anggota kerajaan.

Beberapa sumber mengaitkan penahanan terhadap orang-orang tersebut dengan dugaan niat Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperkuat kekuasaan atau menekan orang-orang yang memiliki pandangan yang berseberangan, termasuk kalangan pembela hak-hak perempuan.

Baca juga  Anies Lanjut Bangun Tanggul NCICD Tanggulangi Banjir Rob di Pesisir Jakarta

Dalam petisi yang kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tertanggal 5 Maret 2020 dan, keluarga Bashmah menduga bahwa penahanan terhadap sang putri dasarnya atas peranannya.

Peranan Putri Basmah sebagai pengkritik keras pelanggaran hak di negara tempat kelahiran. Selain itu karena mempertanyakan kekayaan yang dibekukan peninggalan ayahnya.

Tinggalkan Komentar