Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

PVMBG: Letusan Gunung Semeru Terjadi Setiap Hari

PVMBG: Letusan Gunung Semeru Terjadi Setiap Hari

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, Kementerian ESDM, mengatakan letusan Gunung Semeru terjadi hampir setiap hari. Status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga.

“Erupsi terjadi setiap hari, pada Selasa (1/3) tercatat sebanyak 40 kali dan pada Rabu (2/3) tercatat sebanyak 32 kali,” kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api wilayah Barat, PVMBG, Nia Khaerani, Kamis (3/3/2022).

Berdasarkan laporan petugas pos pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur pada periode Kamis pukul 00.00-06.00 WIB terekam letusan sebanyak 16 kali, dengan amplitudo 10-21 MM selama 55-95 detik.

Kemudian gempa embusan sebanyak dua kali, dengan amplitudo 3-6 MM selama 22-33 detik, gempa tremor harmonik sebanyak satu kali dan tektonik jauh sebanyak tiga kali.

Baca juga
13 Hari Pencarian Korban Erupsi Semeru, Tim SAR Temukan 48 Jenazah, 36 Masih Hilang

“Secara visual Gunung Semeru terlihat jelas. Teramati letusan asap warna putih kelabu setinggi 300 – 500 meter diatas kawah,” katanya.

Pada Kamis periode 06.00 – 12.00 WIB tercatat gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl atau tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami letusan sebanyak tujuh kali dengan amplitudo 10-20 MM dengan lama gempa 45-125 detik, serta terekam satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 15 MM dan lama gempa 2.820 detik.

Hasil pengamatan enam jam berikutnya pada pukul 12.00-18.00 WIB juga tercatat Gunung Semeru mengalami empat kali letusan, dengan amplitudo 10-20 MM dan lama gempa 65-105 detik.

Baca juga
500 Hektare Lebih Lahan Pertanian di Lumajang Rusak

Nia mengatakan PVMBG merekomendasikan agar warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 KM dari puncak (pusat letusan).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 KM dari puncak.

“Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 KM dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Tinggalkan Komentar