PWNU Jatim Haramkan Uang Kripto, Gus Fahrur: Mirip Orang Berjudi

PWNU Jatim Haramkan Uang Kripto, Gus Fahrur: Mirip Orang Berjudi - inilah.com
Wakil Ketua PWNU Jatim KH Ahmad Fahrur Rozi (ist)

Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (Jatim), memutuskan uang kripto haram. Tak peduli, investasi jenis ini sedang berkembang pesat di Indonesia.

Adapun keputusan mengharamkan uang kripto alias cryptocurrency dari LBM PWNU bahtsul masail, menggunakan rujukan sahih pada akhir pekan lalu.
“Berdasarkan hasil bahtsul masail, cryptocurrency hukumnya haram,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim KH Ahmad Fahrur Rozi, akrab disapa Gus Fahrur, Kamis (28/10/2021).

Disampaikan Gus Fahrur, landasan keputusan haram uang kripto, mempertimbangkan pola transaksi mata uang kripto yang lebih banyak unsur spekulatif dan tidak terukur.

Di mana, uang kripto dinilai tidak layak dijadikan instrumen investasi. Sebab, volatilitas uang kripto terlalu tinggi. Alhasil lebih banyak unsur spekulasi yang sulit dikukur dengan sudut pandang ekonomi ataupun aspek akademik lainnya.

Baca juga  Bahas NLE, Bea Cukai Dukung Peningkatan Kelancaran Arus Logistik Nasional

Mengacu dari sudut pandang fikih, kata Gus Fahrur, jual beli harus diikuti syarat kerelaan dan tidak ada penipuan. “Tapi dalam kripto itu orang lebih banyak tidak tahu apa-apa, orang itu terjebak, ketika tiba-tiba naik karena apa, turun karena apa. Sehingga murni spekulasi, mirip seperti orang berjudi,” ucapnya.

Uang kripto, menurutnya, berbeda dengan saham yang diperdagangkan di pasar modal. Penyebab naik turunnya nilai sebuah saham pun sudah jelas, yakni bergantung pada keuntungan perusahaan tersebut.

Rencananya, keputusan bahtsul masail LPM PWNU Jatim yang mengharamkan uang kripto, bakal dibawa ke forum Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 23-25 Desember 2021. Apapun hasil muktamar, bakal disampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait sebagai rekomendasi.

Baca juga  Jelang WSBK dan MotoGP, Gubernur NTB Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik

Tinggalkan Komentar