Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Ragam Budaya Indonesia Berpadu dari Tenun, Batik, Tarian, Makanan, hingga Cindera Mata di G20

Kamis, 17 Nov 2022 - 15:31 WIB
Ragam Budaya G20
Dokumentasi Kemenparekraf

KTT G20 sukses digelar di Bali, 15-16 November 2022. Indonesia sebagai tuan rumah G20 memanfaatkan acara ini dengan memamerkan kekayaan ragam budaya yang ada. Mulai dari tenun, batik, tarian, lagu daerah, hingga makanan khas Indonesia jadi suguhan di G20.

Kekayaan budaya Indonesia yang begitu banyak terkemas dengan apik pada ajang internasional tersebut. Hal tersebut berturut-turut terlihat. Salah satu yang sempat viral adalah saat Ibu Iriana Jokowi menyambut Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon-hee, di Hotel The Apurva Kempinski, Bali, Senin (14/11/2022).

Kain tenun hingga batik jadi bagian ragam budaya Indonesia yang terpampang

Ragam Budaya G20
Dokumentasi Setkab

Saat itu, Iriana Jokowi sempat memamerkan kain tenun Endek yang berasal dari Bali kepada Kim Keon – hee.

Tidak berhenti saat itu saja, alunan-alunan lagu daerah juga mengiring pertemuan mereka. Antara lain Angin Mamiri, Bengawan Solo, lagu nasional Tanah Air, dan dua lagu ciptaan band lokal Indonesia, Sempurna serta Cinta Kan Membawamu, juga menjadi bagian dari pertemuan antara dua istri presiden tersebut.

Saat jamuan makan malam, para delegasi seakan hanyut dalam suasana kebudayaan Indonesia yang begitu beragam. Para pemimpin negara yang hadir di G20 semakin tampak elegan dengan mengenakan ragam batik, khas Indonesia. Warna-warni batik khas Indonesia menghiasi jamuan makan malam yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

Baca juga
Positif COVID, PM Kamboja Batal Hadiri KTT G20

Presiden China XI Jinping terlihat mengenakan batik bernuansa biru gelap dengan motif bunga berwarna kuning. Kemudian, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengenakan batik berwarna Fuschia. Selanjutnya, PM Inggris Rishi Sunak mengenakan batik berwarna magenta, dan juga PM India Narendra Modi mengenakan pakaian batik lengan panjang berwarna keunguan.

Tarian-tarian khas Bali salah satunya adalah panyembrama juga menjadi persembahan saat menyambut kedatangan para delegasi G20.

Tari Panyembrama mirip dengan Tari Gabor dan Pendet, yang membedakannya adalah variasi dalam gerakan. Dalam tarian ini menggunakan alat musik tradisional Bali berbentuk gamelan atau gong kebyar.

Menu jamuan makan makan terdiri dari makanan khas Indonesia

Ragam Budaya G20
Dokumentasi Kemenparekraf

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo menjamu santap malam para pemimpin negara-negara G20, organisasi internasional, dan undangan lainnya di Garuda Wisnu Kencana (GWK). Menu santap malam G20 khas Indonesia tersaji, salah satunya adalah Rendang Padang hingga Salad dengan bumbu Rujak Bali.

Baca juga
Presiden Jokowi Dorong Pemimpin G20 Percepat Pemulihan Ekonomi Global

Presiden Jokowi mempersilakan para tamu undangan untuk menyantap hidangan yang telah tersaji dan berharap hidangan tersebut sesuai dengan selera para tamu undangan.

“Silakan menikmati hidangan yang telah kami siapkan untuk Anda. Saya harap tidak terlalu pedas untuk Yang Mulia,” ucap Presiden, kemarin.

Pada santap malam KTT G20 kali ini, beragam makanan dari berbagai daerah yaitu Bali, Jawa, Sulawesi Utara, Lampung, Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh tersaji.

Sebagai makanan pembuka, para pemimpin G20 menikmati sajian Aneka Ratna Mutumanikam (diversity in one) yang terdiri atas Mangga, Rumput Laut, Salad dengan Bumbu Rujak Bali, hingga Perkedel Jagung Daging Rajungan Manado.

Sementara itu, untuk menu utama tersaji Tenderloin Sapi Wagyu khas Lampung, Rendang Padang, Mousseline Singkong dan Kentang, Asparagus dalam Saus Kunyit Bali, hingga Puree Terong Balado. Adapun untuk menu penutup, para undangan menikmati Coklat Mousse Aceh, Nasi Tuille, Beras Ketan Hitam dengan Kelapa Parut, dan Coulis Mangga.

Baca juga
Resmi Tutup KTT G20, Jokowi Serahkan Presidensi 2023 ke PM India

7 cindera mata khas Indonesia, potret ragam budaya

Ragam Budaya G20
Dokumentasi Sekretariat Negara

Terdapat tujuh cindera mata khas Indonesia yang menjadi oleh-oleh untuk para delegasi. Cindera mata tersebut antara lain, Kain Batik Mangrove, Kerajinan Gading Kulit Abalone, Kerajinan Perak Rumah Adat, Patung Uang Kepeng Lumbung Bali, Kerajinan Perak Alat Musik Daerah “Sape”, Patung Resin “Wanita Membatik”, dan Keris.

Dari rentetan ragam budaya yang ada mengiringi pertemuan negara-negara G20, memperlihatkan Indonesia sangat memiliki ragam kekayaan budaya yang melimpah. Termasuk juga dengan hasil karya dari seniman lokal yang menghasilkan kerajinan tangan untuk buah tangan para delegasi yang hadir.

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar